Home » , » Selayang Pandang Profil Pondok Pesantren Suryalaya

Selayang Pandang Profil Pondok Pesantren Suryalaya

Profil Pondok Pesantren Suryalaya |


GAMBARAN UMUM PONDOK PESANTREN SURYALAYA ABAH ANOM TASIKMALAYA

A.    Latar belakang Berdirinya Pondok Pesantren Suryalaya
Syariat Islam dalam arti luas memiliki tiga dimensi yang berimbang dan sama pentingnya, Yaitu (1) Islam, (2) Iman, dan (3) Ihsan. Dimensi Islam banyak di bahas dan di kupas dalam buku-buku tentang ilmu fikih. Dimensi keimanan banyak dikaji dalam disiplin ilmu tauhid dan ilmu kalam, sedangkan dimensi ihsan banyak diurai tuntaskan secara mendalam dalam ilmu akhlak dan ilmu tasawuf.

Abdullah Umbrae yang mempunyai semangat talabul 'ilmi dan riyaddlah amaliyah yang kuat, tentu mempelajari syari'at Islam dalam ketiga dimensinya itu. Namun, dalam perjalanan hidupnya yang makin dewasa, ia makin tertarik untuk mempelajari ilmu tasawuf dan tarekat dan bidang tarekat yang akhirnya menjadi spesialisasinya. Tarekat yang ditekuninnya adalah Tarekat Kodariyah dan tarekat Naksabaniah. Beliau berguru kepada syeikh  Tolhah di desa Kalisapu dan kampong Trusmi cirebon, dan bertabaruk kepada Syekh Kholil di bangkalan, Madura. Kedua gurunya itu di kenal sebagai Guru Besar TQN pada jamannya.
Abdullah Umbrae menyadari bahwa ilmunya harus diamalkan, karena ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Ilmu juga menurut pemiliknya untuk disebarkan, baik dengan cara di Tanya oleh orang lain, murid, peminat atau jamaah-maupun dengan cara berdakwah, tabligh, pengajian-pengajian atau melalui pendidikan.
Untuk itulah, KH. Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad yang akrab dipanggil Abah Sepuh memprakarsai untuk pertama kalinya penyelenggaraan pengajian yang di mulai sekitar tahun 1890. prakarsa ini dapat dikatakan sebagai peletakan pondasi bagi pendidikan dan dakwah Islam yang bernuansa ikhsan (TQN)  di Priangan Timur. Saat itu berusia lima puluh empat tahun, dengan penguasaan ilmu agama Islam yang cukup matang dan terpadu.
Pertama-tama pengajian disampaikan di kampung Tundangan oleh Abah sepuh secara informal dan diikuti oleh jamaah/pengikut yang belum banyak sehingga partisipasi masyarakat dalam pengajian pun belum ramai dan belum berkembang. Mungkin karena Tundangan strategis/terpencil sehingga sarana tranportasi sulit, atau karena adanya kecurigaan masyarakat dan aparat setempat terhadap ilmu dan ajaran yang di sampaikan KH. Abdullah Umbrae bin Nur Muhammad, maka untuk sementara waktu beliau beserta keluarganya pindah ke Rancameong. Beliau tinggal di rumah haji Tirta.
Selanjutnya untuk melanjutkan perjuangan, Abah sepuh pindah ke Kampung Cisero. Namun karena kondisinya hampir sama, kemudian itu pindah lagi sekitar tahun 1901 atau 1902, pada waktu beliau berusia sekitar 65 dan 66, kekampung godebag yang terletak di tepi sungai citandur bagian hulu. Kampong ini termasuk Desa Tanjung Kerta Kecamatan Tarikolot yang waktu itu merupakan wilayah adminstratif Kabupaten Sumedang. meskipun sepi       di pegunungan yang bersemak-semak dan di hulu sungai, Kampung Godebeg dekat dengan jalan hidup yaitu tembus jalur Ciawi-Panumbangan-Panjalu, Kawali-Kuningan-Cirebon. Pada tahun 1905, atau tatkala Abah sepuh berusia 69 tahun, di kampung Godebeg inilah, baru didirikan sebuah pondok pesantren dengan nama Pondok Pesantren Suryalaya. Pondok pesantren ini merupakan lembaga pendidikan Islam sebagai sarana dan tempat mengaji, mengkaji, dan menyebarkan agama Islam dengan berbagai dimensinya, khususnya Tarekat Qodariyah Naqsabaniah.
B.     Sejarah berdirinya pondok pesantren Suryalaya  
Pada tanggal 7 rajab 1323 H/5 September 1905 M Pondok Pesantren Suryalaya didirikan oleh KH. Abdullah Umbrae Bin Nur Muhammad dengan modal awal sebuah masjid di desa Godebag yang sekarang terkenal dengan nama Suryalaya, hal ini mendapat restu dari guru beliau, Sykh Tolhah. Seirama berjalannya waktu, sarana pendidikan terus bertambah; begitu pula jumlah murid/pengikut yang sering di sebut ikhwan. Keberadaan Abah Sepuh diakui oleh pemerintah, tokoh agama maupun tokoh-tokoh masyarakat mulai menguat.
Dari segi ajaran, TQN Abah Sepuh mendapatkan hirqh (legitimasi penguatan sebagai guru mursid) dari syeikh Tolhah Kalisapu Cirebon pada tahun 1908, tahun dalam sejarah nasional diakui sebagai Tahun kebangkitan nasional.
Pada awal pendirian Pondok Pesantren Suryalaya, Abah Sepuh sempat bimbang. Namun, Syeikh Tolhah memberikan motivasi dan bimbingan khusus kepadanya. Bahkan, beliau pernah tinggal di pondok Pesantren Suryalaya pada beberapa hari, sebagai wujud pemberian restu dan dorongan dan modal spiritual kepada Abah Sepuh. Demi kelancaran tugas, Abah Sepuh oleh sembilan orang Wakil Talqin dan beliau meninggalkan maklumat untuk di jadikan pegangan dan jalinan kesatuan persatuan para muridnya, yaitu Tambih.
KH. Abdullah Umbrae bin Nur Muhammad, pada tahun 1956, berpulang ke rahmatullah dalam usia 120 tahun.
Kepemimpinan pesanteren dan kemursyidan TQN, dilimpahkan pada putranya yang kelima, yaitu KH. Ahmad Sohibulwafa Tajul Arifin, yang sering di sebut Abah Anom, sebagai wujud regenerasi dan suksesi kepemimpinan pada masa abah Anom.
Sejak kepemimpinan Abah Anom (tahun 1950) terutama setelah tugas sehari hari kepemimpinan Pesantren di serahkan kepada beliau (1954) dari ayahandanya Abah Sepuh.
Perkembangan Pondok Pesantren Suryalaya dengan TQN-nya semakin pesat dan berkembang walaupun pada sepuluh tahun pertama (1950 1960) masih sering terganggu situasi keamanan, sehingga waktu berkunjung untuk para tamu yang ingin belajar TQN sangat terbatas. Upaya pengembangan TQN, di samping di lingkungan pondok Pesantren Suryalaya, juga di lakukan di luar Pondok Pesantren Suryalaya, yaitu melalui wakil Talqin, dan para mubaligh. Usaha ini juga berfungsi melestarikan ajaran yang tertuang dalam asas tujuan TQN dan tanbih, wasiat Abah Sepuh. Dari tahun ke tahun, Pondok Pesantren Suryalaya semakin berkembang sesuai dengan tuntunan zaman dan kebutuhan umat. Guna mendukung penyebaran TQN dan fungsi Pondok Pesantren Suryalaya, pada tanggal 11 Maret 1961 didirikan yayasan Serba Bhakti Pondok Pesantren Suryalaya yang kegiatan utamanya adalah pembina Ikhwan dalam bidang TQN dan bidang sosial. Selanjutnya didirikan juga perwakilan dan pembantu perwakilan Yayasan di setiap kabupaten dan kota madya di seluruh Indonesia sampai saat ini tercatat 56 perwakilan yayasan bidang sosial, pada tahun 1973 didirikan Koperasi Putra Bakti, yang sejak 1979  sampai (2000)  berganti nama menjadi Koperasi HIDMAT (Hidup masa Thorekat).
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengikuti perkembangan zaman, mulai tahun 1962 didirikan sekolah formal, yaitu Sekolah Menengah Islam Pertama. Selanjutnya didirikan Pendidikan Guru-guru Agama Islam (PGA 4 tahun)yang sekarang menjadi Madrasah Aliyah, SMU, Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK). Pada tahun 1986 didirikan pula Perguruan Tinggi (Institut Agama Islam  Latifah Mubarokiyah) dan pada tahun 1999 didirikan Sekolah tinggi Ilmu Ekonomi Latifah Mubarokiyah.
Peristiwa bersejarah di masa Abah Anom    
Tahun 1915 KH.         Sohibul Wafa Tajul Arifin dilahirkan dari pasangan Syeih H. Abdullah Umbrae bin Nur Muhammad dengan ibu Hj. Juhriah.
Tahun 1939-1956        Abah Anom mendampingi Abah Sepuh dalam melaksanakan pembinaan umat.
Tahun 1945- 1949       Bersama Kuwu H.dahlan Mahmud dan Kolonel Akil dan anak buahnya, Abah Anom melaksanakan keamanan dan ketertiban Masyarakat.
Tahun 1954                 Abah Anom di Angkat sebagai talkin oleh Abah Sepuh
Tahun 19546               1. diangkat menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya melanjutkan kepemimpinan Abah
2.      Dikukuhkan sebagai Mursid TQN oleh Abah Sepuh.
5. Ja2nuari  1956         Abah sepuh wafat pada usia 120 tahun .
13 Pebruari 1956         Dikeluarkan TANBIH wasiat dari Abah Sepuh untuk seluruh ikhwan TQ
Tahun 1950 – 1962    
Bersama  Tentara RI ikut mengamankan dari gangguan Gerombolan dan DI/TII.
Tahun 1961                 Mulai membangun dan mengembangkan Pondok Pesantren Suryalaya, antara lain      mendirikan Yayasan Serba Bakti Pondok pesantren Suryalaya dan Sekolah   menengah Islam Pertama.
Tahun 1963 – 1964     Didirikan Perguruan tinggi Dakwah Islam (PTDI).
Tahun 1964                 Upgradig Mubaligh Pondok Pesantren Suryalaya Angkatan I di Masjid H. Bakri      Tasikmalaya.
Tahun  1965                Bekerja sama dengan jawatan Kakami Islam Kodam VI Siliwangi,       secara aktif membantu pemerintah menyadarkan dan membina kembali eks PKI yang telah insaf dan ingin kembali ke jalan yang benar menurut agama Islam dan Negara. PENAN
Tahun 1971                Membantu pemerintah (BAKOLAK IMPRES NO 619971) dalam penangulangan dalam penyalahgunaan narkotika dan kenakalan remaja mulai ibadah dengan menggunakan TQN.
Tahun 1973                 Didirikan koperasi Putra untuk meningkatkan kesejahteraan santri dan masyarakat sekitar ikhwan. Pada tahun 1979, koperasi ini berubah menjadi koprasi khidmat (Hidup Masa Thorekat).
Tahun 1975                 Perkembangan TQN Pondok Pesantren Suryalaya di luar negri secara aktif dengan   diangkatnya Ustadz Haji Ali bin Haji Muhammad dari Singapura sebagai wakil talqin.
Tahun 1980                 Secara melembaga didirikan Pondok Remaja inabah 1Ciberem Panjalu.
Tahun 1984                 Penandatangan kerja sama antara Ponpes Suryalaya Depsos dan Bakolak inpres.[1]

C.    PEMBANGUNAN BIDANG PENDIDIKAN
Tahun 1957                       Mendirikan Madrasah Diniyah Awaliah (MDA)
Tahun 1961                       Mendirikan Islam pertama (SMIP)
Tahun 1963                       Mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Tahun 1967                       Mendirikan Pendidiksn guru Agama
Tahun 1970                       Mendirikan Madrasah Menengah Pertama  (MMP)
Tahun 1971                       Merintis Pondok Remaja Inabah
Tahun 1973                       Mendirikan Perguruan Tinggi Dakwah Islamiyah (PTDI)
Tahun 1976                       Mendirikan Sekolah Menengah Umum (SMU)
Tahun 1978                        Mendirikan Taman Kanak-kanak
Tahun 1980                       Mendirikan pondok Pesantren Inabah
Tahun  1984                      Lokakarya Pengembangan Pondok Pesantren Seminar pengembangan Lembaga     Pondok Pesantren Suryalaya
Tahun  1986                      IAILM
Tahun 1991                       Wisuda perdana  sarjana 
Tahun1998                        Seminar Pesan Tren masa depan menyongsong  abad 21
Tahun 1999                       Mendirikan  STIE Latifah Mubarokah
D.    Keadaan Pondok  Pesantren Suryalaya
  1. Fisik
a.       Tanah Status Wakaf
b.      Masjid Nurul Asror ukuran 25 x 2                       
c.       Masjid Yayasan Amal Muslim Pancasila ukuran 20x 20 M
d.      Asrama Putra
e.       Asrama Putri
f.       Kantor Yayasan Serba Bakti 3 lantai
g.      Gedung Madrasah Tsanawiyah 8 kelas
h.      Gedung madrasah Aliyah  8 kelas
i.        Gedung Madrasah Keagamaan
j.        TK 3 kelas
k.      SLTP 6 kelas
l.        SMU 6 kelas
m.    Kantor Pendidikan
n.      Masjid Nurul Ikhlas
o.      Kampus IAILM                                          
p.      Kampus STIELM
q.      Gedung Serba guna Sukirya Bakti
r.        Gedung Perpustakaan Tarminah Bakti
s.       Gedung Keterampilan
t.        Radio inayah FM 92,85 Suryalaya
  1. Pembangunan Bidang Sosial
a.       Memelihara anak yatim
b.      Memelihara orang tua jompo
c.       Menyelenggarakan khitanan masal setiap manak8iban dan setiap HUT Ponpes      Suryalaya (5 tahun sekali)
d.      4). Mengusahakan orang tua asuh bagi santri/siswa yang tida mampu
e.       Memberikan kepada masyarakat yang kena musibah
f.       Memberikan pelayanan kesehatan. 


E.     Ikhwan TQN Pondok Pesantren Suryalaya
Menurut sesepuh dari pondok Pesantren Suryalaya selaku mursid TQN bahwa ikhwan TQN tidak diperkenankan untuk di data sebagai anggota TQN. Karena itu, secara pasti sampai saat sekarang ini tidak diketahui berapa banyak jumlah pengamal TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Yang pasti, ikhwan TQN pondok pesantren Suryalaya setiap hari semakin bertambah. Ikhwan TQN berkembang di beberapa daerah sebagai berikut:
  1. Indramayu                                                       30. Bandung
  2. Subang                                                            31. Tangerang
  3. Karawang                                                        32. Serang
  4. Purwakarta                                                      33. Cilegon
  5. Kodya Bandung                                             34. Pandeglang
  6. Kabupaten                                                       35  Kabupaten Tegal
  7. Cianjur                                                            36. Pekalongan
  8. Sukabumi                                                        37. Kabupaten Eemarang
  9. Bogor                                                              38. Berebes
  10. Kuningan                                                        39. Pemalang
  11. Kabupaten Cirebon                                         40. Cilacap
  12. Maja Lengka                                                   41. Banyumas
  13. Indra Mayu                                                     42. Yogyakarta
  14. subang                                                             43. Kalimantan Barat
  15. Karawang                                                        45. Lampung
  16. Purwakarta                                                      46. Palembang
  17. Nganjuk                                                          47. Muara Enim
  18. Sidoarjo                                                           48. Medan Sumut
  19. Malng                                                              49. Singapura
  20. kabupaten Surabaya                                        50. Selanggor Malesia
  21. Geresik                                                            51Kedah Malesia
  22. Probolinggo                                                     52. Terengganu Malaisia
  23. Lumajang                                                        53. Sabah Malaysia
  24. Jember                                                             54. Patani Thailand Selatan
  25. Sampang Madura
  26. Sumenep Madura
  27. Depasar Bali
  28. MataramNTB
  29. Kalimantan Selatan

F.     Lembaga Pendukung Pondok Pesantren Suryalaya di antaranya :
Pondok Inabah
INABAH adalah istilah yang berakar kata bahasa Arab, anaba-yunibu yang berarti kembali. Istilah ini di gunakan dalam bahasa Al-Qur'an yakni dalam Lukman surat ke-3 ayat ke-15; surat ke 42; Al-Syura ayat ke-10; dan di tempat lainnya. Dalam literatur kajian tasawuf
Dikenal pula istilah inabah yang di beri nama kembali kepada Allah; maksudnya, mengembalikan perilaku orang yang selalu menyimpang atau menentang kehendak Allah, kepada perilaku yang sesuai dengan kehendak Allah atau ta’at.
Istilah ini di kembangkan sebagai konsep perawatan korban penyalahgunaan obat terlarang, seperti narkotika dan zat adiktif lainnya serta konsep perawatan yang nakal dan berbagai bentuk penyakit kerohanian. Program ini mulai dilembagakan pada tahun 1980.
Sejak tahun 1981 – 1989 atau sekitar masa 10 tahun sebagai uji coba, metode ini menujukkan hasil yang memuaskan, karena 93,1% dari 5845 Anak bina dapat di kembalikan dari perilaku maksiat kepada perilaku taat. Berdasarkan tingkat keberhasilan ini, maka metode inabah sangat layak untuk di kembangkan secara luas. Bahkan dewasa ini metode ini sangat di gunakan oleh berbagai institusi, baik di dalam maupun di luar negeri.
  1. Landasan Teori Perumussan Metode Inabah
Inabah sebagai metode, baik secara teoritis ataupun peraktis didasarkan kepada Al-Qur'an Hadits, Ijtihad para ulama, yakni sebagai berikut: Para korban penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya yang bertalian dengan kenakalan remaja serta berbagai bentuk penyakit kerohanian di anggap sebagai orang yang berdosa karena melakukan maksiat. Orang berdosa dalam Islam harus bertobat. Tobat secara etimologi berarti kembali dari dosa kepada ketaatan, kepada perintah Allah dan Rasul Nya. Sedangkan dalam termenologi Islam, tobat adalah meninggalkan kejelekan disertai rasa penyesalan Karena dilakukanya serta dibarengi dengan tujuan kuat untuk meninggalkan selamanya. Dalam dunia tasawuf, tobat menyesali apa yang telah berlalu dan berkelanggengan melakukan yang suci. Tobat sebagai perawatan penanganan Anak bina di Inabah dasar teorinya adalah:
a.       Al-Qur'an
b.      Hadits
c.       Ijtihad

  1. Keadaan Kiai, Ustadz dan Santri di Pondok Pesantren Inabah
a.       Kiai
Kiai atau pimpinan pondok pesantren adalah unsure paling utama dalam menentukan setiap kebijakan pelaksanaan kegiatan di Pondok Pesantren. Sebagaimana diutarakan Sindul Galba, bahwa seorang kiai adalah merupakan elemen yang paling pokok dalam pesantren, bahkan seringkali kiai merupakan pendirinya, sehingga sudah sewajarnya bahwa pertumbuhan suatu pesantren semata-mata tergantung kepada kemampuan pribadi kiainya.
Di Pondok Pesantren Suryalaya, pimpinan atau kiai juga merupakan Pembina utama dalam proses penyembuhan penyakit depresi. Sehingga kerja pimpinan di pondok tersebut sangat banyak, termasuk bertanggung jawab terhadap kondisi keagamaan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Suryalaya. Karna sebagaimana diketahui bahwa seorang kiai tidak saja mempunyai charisma di lingkungan Pondok Pesantren, akan tetapi juga di lingkungan masyarakat sekitarnya.
Kiai yang memimpin pondok Pesantren Inabah pada saat sekarang ini adalah K. H. Sohibul Waffa yang sering di sebut Abah Anom lahir tanggal 1 januari 1915 di Kampung Godebag/Suryalaya, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pageragung, Kabupaten Tasikmalaya ayahnya bernama Sykh H. Abdullah Umbrae Bin Nur Muhammad, Ibunya bernama Hj. Juhriyah.
K.H. Sohibul Waffa mengikuti pendidikan umum di sekolah dasar Zaman Belanda (Vervoleg School) di Ciamis (1923-1929), masuk Madrasah Tsanawiyah di Ciawi Kabupaten Tasikmalaya (1929-1931), menambah ilmu agama di Pesantren Cicariang di Kabupaten Cianjur, kemudian di Pesantren Gentur-Cianjur, kemudian ke Jambudipa-Cianjur, kemudian di Pesantren Ciregas-Cimalati Kabupaten Sukabumi (khusus ilmu Hikmat. Ilmu Tarekat dan ilmu beladiri, silat) dari KH. Aceng Mumu, kemudian di Pesantren Citengah- Panjalu Kabupaten Ciamis.
Pada tahun 1938 menunaikan ibadah hajih kemekah bersama K.H. Simri Hasanudin (keponakannya yang kemudian menjadi kepala Desa Tanjungkerta) Di Mekkah selama tujuh bulan memperdalam ilmu Tasawuf dan Tarekat kepada syeikh K.H. Romili asal Garut , wakil Abah Sepuh yang mukim di Jabal Gubeys, Mekkah.
K.H. Sohibul Waffa ditugaskan memimpin Pesantren Suryalaya pada tahun 1953 sekaligus diangkat sebagai wakil abah sepuh. Yang pada sekarang ini telah membangun 22 inabah.
b.      Ustadz
Di Pondok Pesantren Suryalaya, ustadz yang membantu Kiai dalam mencapai tujuan  pengajaran dari para santri, juga sekaligus membina para santri korban penyakit jiwa. Ustadz atau Pembina merupakan salah satu factor yang menentukan tercapainya tujuan penyembuhan terapi depresi di Pondok Pesantren Suryalaya.
c.       Santri
Di Pondok Pesantren Suryalaya terdapat  santri pasien depresi, mereka adalah orang yang berusaha untuk kembali ke jalan Allah dan berpaling dari kebiasaan-kebiasaan jelek masa lalunya. Sebagai salah satu komponen keberadaan Pondok Pesantren Suryalaya, para santri pasien, yang selanjutnya di sebut sebagai putra remaja Inabah yang merupakan obyek yang akan dibina dan diarahkan pada tujuan yang telah ditentukan yaitu kesembuhan dan kesadaran untuk berbuat baik dan menjalankan ajaran agama.[2]
Jadwal Kegiatan Trapi Keagamaan di Pondok Pesantren uryalaya
WAKTU

KEGIATAN YANG DILAKUKAN
KETERANGAN
Jam 09.00 WIB



Jam 12.00 WIB




Jam 15.00 WIB
Mandi
Shalat sunnat dhuha
Dzikir

Mandi
Shalat sunnat qobla dhuhur
Shalat dhuhur
Shalat sunnat ba’da dhuhur

Dzikir

Mandi
Shalat sunnat ashar
Shalat ashar
Dzikir
Khotaman

8 rakaat/4 salam




2 rakaat
4 rakaat
2 rakaat




2 rakaat
4 rakaat
Jam 18.00 WIB
Mandi
Shalat sunnat qobla maghrib
Shalat maghrib
Dzikir
Khotaman
Shalat sunnat ba’da maghrib
Shalat sunnat awwabin
Shalat sunnat taubat
Shalat sunnat birrulwalidaini
Shalat sunnat lihifdhi iman
Shalat sunnat lisyukri nikmat

2 rakaat
3 rakaat


2 rakaat
6 rakaat/3 salam
2 rakaat
2 rakaat
2 rakaat
2 rakaat
Jam 19.00 WIB




Jam 21.00 WIB
Mandi
Shalat sunnat qobla ‘isya
Shalat ‘isya
Shalat sunnat ba’da isya
Dzikir
Shalat sunnat syukur wudlu
Shalat sunnat mutlaq
Shalat sunnat istikharah
Shalat sunnat hajat
Dzikir

2 rakaat
4 rakaat
2 rakaat

2 rakaat
2 rakaat
2 rakaat
2 rakaat



Jam 02.00 WIB






Jam 04.30 WIB
Mandi taubat
Shalat sunnat tahajud
Shalat sunnat tasbih

Shalat sunnat witir
Dzikir

Shalat sunnat shubuh
Shalat sunnat lidaf’il balai
Dzikir
Khotaman
Kuliah shubuh



12 rakaat/6 salam
4 rakaat/2 salam

3 rakaat/2 salam


2 rakaat
2 rakaat

  1. Filsafat Islamik tentang Manusia dalam Proses Perawatan anak bina di Pondok Remaja Inabah Suryalaya
Sebagai manusia, Anak bina diperlakukan sebagai orang yang mempunyai penyakit jiwa, oleh karna itu, ia harus di upayakan agar kembali kepada fitrahnya. Teori fitrah dalam Islam menyatakan bahwa setiap manusia yang dilahirkan telah membawa dalam dirinya daya-daya yang berfungsi untuk mengambil yang bermaslahat dan menolak kerusakan (-jalb al-mashalih wadaf ad madlar). Oleh karma itu, ia mempunyai tiga daya utama: quwwat al aql yang berfungsi mengenal, mengesankan, dan mencintai Allah; quwwat al-syahwat yakni daya yang berfungsi untuk menginduksi hal-hal yang menyenangkan; quwwat al-ghdlab yaitu daya defensif yang berfungsi untuk mempertahankan diri dari segala yang merusaknya. Daya al-ghdlab ini sering di sebut juga sebagai al-quwwat al-dafi'ah.
Fitrah manusia dengan sendirinya mengenal kebaikan dan mengikutinya. Fitrah manusia pun dapat dengan sendirinya mengenal kemungkaran serta menjauhinya. Berdasarkan teori pitrah ini, maka proses perawatan anak bina di awali dengan pengembalian fungsi-fungsi fitrah itu, terutama kuwwat al-aql, agar ia mengenal (marifat), mengesankan (tauhid), dan mencintai Allah.
Proses pengembalian fungsi quat al-aqal dan al-qalb anak bina yang diperlakukan sebagai yang mempunyai penyakit jiwa melalui tharah, yakni dimulai dengan memandikanya. Di pondok Remaja Inabah Suryalaya, pelaksanaan tharah bagi Anak Bina di lakukan dengan mandi pada waktu dini hari. Melalui tharah ini, di upayakan pensucian badan, pakaian. Tempat tinggal, dan segala yang di gunakan Anak bina dalam hidupnya sehari-hari, termasuk suci kalbu, jiwa, dlomir dan rasa; singkatnya bersih lahir dan batin. Jika anak bina telah dimandikan dan di anggap sadar, ia dapat melakukan proses perawatan selanjutnya. Ia diarahkan agar mengenal, mengesankan, dan mencintai Allah. Perawatan itu dilakukan dengan merawat kalbunya melalui proses dzikir.
  1. Dasar Metoda Pelaksanaan Ibadah Shalat dan Dzikir
Dilaksanakannya pembinaan secara pendekatan keagamaan ini berdasarkan kepada Firman Allah dalam Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW.
a.       Firman Allah dalam surat Al-Isra' ayat 82
وننزل من القرءان ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين ولا يزيد الظالمين إلا خسارا(82)
Artinya:        Dan kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.

b.      Firman Allah dalam Al-Qur'an surat Yunus ayat 57:
ياأيها الناس قد جاءتكم موعظة من ربكم وشفاء لما في الصدور وهدى ورحمة للمؤمنين(57)
Artinya:        Hai manusia sesungguhnya telah dating kepadamu pelajaran dari Tuhan dan jadi penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang beriman".
c.       Firman Allah dalam Al-Quran surat Ar-du ayat  28
الذين ءامنوا وتطمئن قلوبهم بذكر الله ألا بذكر الله تطمئن القلوب(28)
Artinya:        Yaitu orang-orang yang beriman hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah, perhatikanlah hanya dengan mengingat Allah itu hati menjadi tentram.

d.      Sabda Nabi Muhammad Saw. Dalam Haditsnya:
ذكرو الله شفاء القلوب
Artinya:        Ingat kepada Allah itu menjadi obat mustajab, guna menyembuhkan segala penyakit hati.             

e.       Sabda Nabi Muhammad Saw. dalam haditsnya:    
انّ لكلّ شيئ صقالة وصقالة القلوب ذكر الله
Artinya:        Sesungguhnya untuk segala perkara itu ada obat pensuciannya, sedangkan pencuci hati adalah dzikir (ingat hati) kepada Allah".[3]




[1] R. H. Unang Sunardjo, Sejarah Pondok Pesantren Suryalaya, (Tasikmalaya: Suryalaya Serba Bakti,2000), hlm 11.
[2] Hasil Wawancara dengan H. Masyhuri pada tanggal 2 Maret 2005
[3] Hasail wawancara dengan  K.H. Zaenal Abidin wakil pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya pada tanggal 2 Maret 2005.
Advertisement

loading...
Sebuah panduan yang menjelaskan langkah demi langkah memulai usaha percetakan tanpa harus punya modal perlengkapan cetak sendiri.
Previous
« Prev Post

0 Komentar:

Post a Comment