Membangkitkan Etos Kerja Pasca Liburan

MEMBANGKITKAN ETOS KERJA PASCA LIBURAN
Oleh : Ujang Kusnadi, S. Pd.I*

      Waktu libur terasa begitu singkat.  Kondisi seperti ini dipengaruhi oleh faktor kesenangan dan relaksasi yang dirasakan setiap orang ketika libur. Maka tidaklah heran jika tatkala libur telah usai banyak sekali guru yang bermalas-malasan datang ke sekolah. Tidak sedikit Guru PNS yang mangkir di hari pertama masuk sekolah. Realitas ini hampir terjadi setiap pasca libur sekolah.  Peringatan dan sanksi tidak memberikan efek jera. Hal ini menunjukkan bahwa liburan  berpengaruh pada penurunan etos kerja. Semakin lama libur maka etos kerja semakin menurun. Guru akan semakin malas datang ke sekolah, apalagi langsung dihadapkan pada tumpukan pekerjaan administrasi pembelajaran di awal semester. Jika hal ini dibiarkan, akan berdampak buruk pada pshikis semangat belajar peserta didik. Karena pada dasarnya sama, semakin lama libur, maka semakin malas untuk belajar.
     Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebagai guru baik itu PNS maupun honorer harus berupaya sadar diri atas kewajiban dan tanggung jawabnya. Selalu berupaya membangkitkan etos kerja sebagai pendidik. 
Hal-hal yang dapat dilakukan dalam membangkitkan etos kerja pasca libur  adalah :
Pertama; Alihkan pikiran pada Kewajiban dan Tugas sebagai Guru dengan  mendikte pikiran sendiri bahwa sekarang saatnya untuk kembali mengajar dan memutuskan mata rantai antara waktu liburan dengan realitas kewajiban sebagai guru. Sadari bahwa libur sudah selesai, waktunya menjalankan tugas dan kewajiban sebagai guru sebagaimana Undang-undang  no. 14 Tahun 2005 yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. 
     Kedua; Niat yang Ikhlas dalam mengerjakan tugas. Keikhlasan merupakan modal awal dalam mendongkrak etos kerja. Bagi seorang muslim mengajar bagian dari dakwah dan berdakwah adalah kewajiban yang tidak ada waktu istirahat atau libur, kecuali nanti di Surga.
     Ketiga membuat prioritas pekerjaan di awal masuk sekolah.  Guru professional akan bekerja dengan rencana yang terstruktur dan terukur. Pada awal masuk sekolah setiap guru sudah memiliki prioritas pekerjaan yang harus dilakukan.  Sehingga kecil kemungkinan guru masih berleha-leha, mengobrol ria di ruang kantor.
     Ke empat. memprioritaskan penanganan aspek psikologis semangat belajar peserta didik. Pasca libur  pshikis peserta didik lebih rentan di bandingkan guru. Mereka mengalami penuruan semangat belajar yang drastis, Hal ini terjadi karena masa libur adalah hal yang menyenangkan terbebas dari rutinitas belajar, terbebas dari aturan sekolah dan lain-lain. Maka guru harus cepat membangkitkan semangat dirinya sehingga mampu membangkitkan semangat belajar peserta didik.
     Guru professional adalah guru yang mampu membangkitkan semangat dirinya demi kepentingan peserta didik. Bangkitnya semangat Guru adalah salah satu kunci kebangkitan pendidikan Nasional. Bangkit itu adalah malu, malu untuk tidak masuk kerja.

*Penulis


UJANG KUSNADI, S. Pd.I

Wakasek Kurikulum MTs. Puteran
Kec. Pagerageung Kab. Tasikmalaya

- Alumni Fak. Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


INPASSING TAK KUNJUNG CAIR

Guru adalah sosok yang selalu berusaha untuk ikhlas dalam mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Keikhlasan ini menjadi modal utama dalam pendidikan, sehingga berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan tergantung pada keikhlasan guru-guru dalam mengajar.

Followers