Penciptaan Makhluk Hidup Menurut Harun Yahya

Konsep Penciptaan Makhluk Hidup menurut Perspektif Harun Yahya
A. Latar Belakang Masalah
Kajian sains modern tentang alam semesta dan asal-usul kehidupan seringkali menghasilkan pada kesimpulan-kesimpulan yang mengarah pada eksistensi Tuhan. Pandangan sains yang mengarah pada bidang teologi tersebut telah menunjukkan adanya korelasi antara agama dan sains. Perbincangan yang mengkorelasikan antara agama dan sains, telah menarik perhatian banyak kalangan, baik ilmuwan maupun agamawan. Agama dan sains merupakan dua hal yang memainkan peran penting dalam sejarah umat manusia.
Add caption
Penemuan teori sains dapat memicu perdebatan konseptual. Kritikan terhadap suatu konsep sains, seringkali muncul dari berbagai kalangan masyarakat. Sebagai contoh adalah kejadian yang menimpa Galileo Galilei, seorang sarjana fisika dan astronomi yang pada tahun 1616 dihukum oleh pengadilan gereja di Roma di bawah Paus  Paulus V. Ia dituduh menyebarkan ajaran dari Copernicus (1473-1543) yang menyatakan bahwa semua benda langit termasuk planet bumi bergerak mengelilingi matahari dalam orbit berbentuk lingkaran atau yang dikenal dengan teori heliosentris.
Pada tahun 1543 dalam bukunya De Revolutionibus Orbium Coelestium, Copernicus berpendapat bahwa teori geosentris Ptolemeus terlalu mengada-ada dan rumit. Pandangan Copernicus tersebut bertolak belakang  dengan pandangan orang dan otoritas gereja pada masa itu.[1]  Ajaran heliosentrisme itu dikutuk dan dilarang oleh Gereja karena dianggap bertentangan dengan pemahaman Kitab Suci yang menganut sistem geosentrisme (bumi sebagai pusat tata surya). Hal ini jelas bertentangan dengan penemuan ilmu bumi dan astronomi sebagaimana dijelaskan oleh Copernicus dan Galileo Galilei.[2]
Saat ini yang masih menjadi kontroversi antara kalangan ilmuwan dengan agamawan adalah kajian tentang asal-usul kehidupan. Gagasan tentang asal-usul kehidupan yang menjadi perdebatan adalah teori penciptaan terpisah (separated creation theory) dan teori evolusi (evolution theory).
Teori penciptaan terpisah (separated creation theory) atau yang lebih dikenal dengan kreasionisme menyatakan bahwa makhluk hidup diciptakan sendiri-sendiri dan jumlah spesies asal adalah sebanyak spesies yang ada sekarang. Gagasan penciptaan terpisah ini berasal dari pendapat masyarakat pada umumnya dan penafsiran harfiah Injil (Kitab Kejadian), yang mengatakan bahwa manusia diciptakan sebagai manusia, begitu pula makhluk hidup yang lain. Penafsiran seperti itu muncul dari Kitab Suci agama monoteisme yang lain. Secara literal, disebutkan bahwa “Jika Tuhan berkehendak, maka Jadilah”.[3] Penafsiran harfiah Kitab Kejadian tentang penciptaan tersebut bertolak belakang dengan konsep evolusi yang menjelaskan bahwa kehidupan tidaklah statis (mengalami perubahan atau perkembangan secara gradual). Konsep evolusi makhluk hidup dapat diartikan bahwa seluruh makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari satu moyang tanggal.
Selama ini asal-usul makhluk hidup masih menjadi permasalahan di kalangan ilmuwan, agamawan maupun masyarakat pada umumnya. Sebagaimana telah disebutkan di depan, bahwa yang masih menjadi permasalahan bagi mereka adalah antara teori evolusi dan penciptaan terpisah. Keduanya masih sering menghadapi kritik dari berbagai kalangan. Kritik-kritik tersebut patut dikaji secara obyektif dan serius oleh para pakar masa kini, khususnya para ahli biologi.[4]
Sebagian besar kalangan agamawan hingga kini masih menolak teori evolusi. Kekhawatiran mereka terhadap teori evolusi terutama disebabkan karena penafsiran teori evolusi cenderung meniadakan Tuhan. Teori evolusi  menyatakan bahwa makhluk hidup termasuk manusia, muncul melalui proses seleksi alam (natural selection) yang gradual, sehingga bagi sementara pihak, peran Tuhan sebagai pencipta akan terusik. Pernyataan teori evolusi tersebut tentang keberadaan makhluk hidup secara kebetulan (by chance) dan tidak memiliki tujuan (non purposive) membuat signifikansi Tuhan bagi kehidupan meluntur. Makhluk hidup tidak akan lagi butuh penyelamatan dari Tuhan karena itu agama tidak lagi dibutuhkan.[5]
Perdebatan antara kreasionisme dengan teori evolusi telah berlangsung sejak berabad-abad yang lalu dan masih berlangsung sampai sekarang. Kritik kreasionis atas teori evolusi muncul kembali pada awal abad ke-21. Salah satu kreasionis tersebut adalah Harun Yahya. Harun Yahya adalah penulis yang menentang teori evolusi. Pandangannya  tentang kreasionisme dan sanggahannya atas teori evolusi, dianggap beberapa pihak mewakili pandangan umat Islam. Dengan bahasa yang cenderung keras Harun Yahya menyerang habis-habisan teori evolusi Darwin dan menganggap bahwa teori tersebut sepenuhnya bertentangan dengan pandangan agama tentang penciptaan alam dan asal-usul kehidupan.[6] Menurutnya teori evolusi telah runtuh karena telah banyak fakta yang menggugurkan teori evolusi dan mendukung fakta penciptaan.
Harun Yahya menganggap bahwa teori evolusi merupakan sebuah gagasan kuno, yang menjelaskan tentang kehidupan sebagai hasil peristiwa tak disengaja dan tanpa tujuan hanyalah sebuah mitos abad ke-19 (masa Darwin). Pada masa itu tingkat pemahaman ilmu pengetahuan tentang alam dan kehidupannya masih terbelakang sehingga para evolusionis beranggapan bahwa kehidupan sangatlah sederhana.[7]
Pandangan Harun Yahya memerlukan kajian yang lebih obyektif baik dari perspektif agama maupun sains. Kajian terhadap Harun Yahya penting dilakukan karena dalam pandangannya, gagasan kreasionisme Islam terkesan kuat untuk meruntuhkan teori evolusi. Selain itu, berdasarkan tinjauan literatur yang ada, tema kajian atas karya Harun Yahya tentang gagasan penciptaan dan sanggahannya atas teori evolusi, belum pernah dikaji secara khusus dalam karya ilmiah ataupun dalam bentuk buku. Sebagai kajian yang tergolong awal, skripsi ini merupakan kajian spesifik yang penting untuk dijadikan sebagai studi keilmuan, karena erat kaitannya dengan sinergi antara sains dan agama (Islam).
Dalam konteks hubungan sains dan Islam, kajian ini merupakan tema kajian yang tepat dalam upaya melihat relevansi sains dan Islam. Kreasionisme Harun Yahya diperkirakan akan berimplikasi pada berbagai bidang ilmu. Harun Yahya menyatakan bahwa pandangan kreasionismenya merupakan konsepsi Islam tentang penciptaan. Pandangannya tentu sangat menarik untuk dikaji dari beberapa aspek pemikiran serta implikasinya pada beberapa bidang ilmu, terutama kependidikan biologi, serta dalam konteks keterpaduan antara sains dan agama.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini, adalah:
1.  Bagaimana konsep penciptaan makhluk hidup menurut perspektif Harun Yahya ?
2. Bagaimana implikasi pemikiran Harun Yahya dalam bidang kependidikan biologi serta hubungannya dengan sains dan agama ?
C.     Tujuan Penelitian
Berdasarkan atas pokok permasalahan yang telah dirumuskan di atas, maka dapat dikemukakan beberapa tujuan dalam penelitian ini, yaitu:
Untuk mengungkapkan pandangan seorang pemikir muslim Harun Yahya tentang penciptaan terpisah (separated creation theory) dan sanggahannya terhadap konsep evolusi makhluk hidup.
Untuk mengkaji implikasi pemikiran Harun Yahya tentang gagasan penciptaan makhluk hidup dan kritik-kritiknya tentang teori evolusi dalam bidang kependidikan biologi serta hubungannya dengan sains dan agama.
D. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Secara teoritik, kajian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah pengetahuan bidang biologi dan keislaman dalam menggali pemikiran-pemikiran baru menuju kemajuan IPTEK dan sinergi agama (Islam) dengan sains modern.
  2. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi para praktisi pendidikan biologi pada khususnya, pendidikan ilmu agama, dan bidang ilmu lainnya, dalam menyampaikan informasi tentang penciptaan makhluk hidup.
  3. Secara umum, studi ini diharapkan dapat menjadi kajian lebih lanjut bagi para pembaca tentang penciptaan makhluk hidup serta menjadi sumbangan pemikiran di dalam upaya menyadari keagungan alam raya dan isinya sebagai ciptaan Allah SWT.
 E. Tinjauan Pustaka
Telah diketahui bahwa kehadiran Harun Yahya dengan karya-karyanya tentang konsep penciptaan makhluk hidup dan penolakannya atas teori evolusi telah mengundang perhatian berbagai kalangan.
Pada dasarnya karya-karya Harun Yahya dengan tema di atas sudah mendapat tanggapan beberapa pihak, terutama para pemerhati sains dan agama. Adapun beberapa kajian tentang pemikiran Harun Yahya dan masih memerlukan kajian lebih lanjut adalah:
Pada salah satu kerangka bahasan artikel yang berjudul Waktu dan Evolusi,[8] yaitu pada bagian "kritik terhadap teori evolusi", Etty Indriati  cenderung memposisikan Harun Yahya sebagai sosok yang lebih mempopulerkan kontradiksi Islam dengan evolusi. Hal tersebut hanya sebagai bentuk propaganda terhadap cuplikan karya ilmiah para ilmuwan terutama dalam bidang biologi evolusi, tanpa didukung bukti dan penelitiannya sendiri. Dalam tulisan yang singkat tersebut tidak diterangkan tentang konsep penciptaan menurut Harun Yahya secara detail maupun sisi komparatifnya terhadap konsep evolusi.
Resensi buku dengan judul Memandang Alam dengan 'Mata Ilahi’,[9] yang ditulis oleh Irfan Junaidi, dari salah satu buku Harun Yahya yang berjudul Penciptaan Alam Raya,[10] menyimpulkan bahwa pandangan Harun Yahya mengenai penciptaan alam raya merupakan pola pemikiran yang bertolak belakang dengan faham materialisme. Kajian tersebut kurang mendalam dan kurang kritis serta hanya membela gagasan Harun Yahya terutama tentang konsep penciptaan alam raya dan makhluk hidupnya yang transendental.
Artikel dengan judul Harun Yahya: Berdakwah Melawan Temuan Ilmiah,[11] adalah kajian atas beberapa pandangan Harun Yahya yang ditulis oleh Arahman Ma’mun. Artikel ini berbicara tentang gagasan-gagasan Harun Yahya yang menyimpulkan tentang implikasi langsung teori evolusi sebagai sumber inspirasi bagi pembenaran setiap tindakan-tindakan seperti rasisme, komunisme, imperialime dan sebagainya. Tindakan yang menyimpang tersebut telah diklaim sebagai tindakan yang bersandarkan dan berdasarkan konsep ilmiah Darwinisme. Harun Yahya dalam wawancaranya dengan Panjimas, tidak ragu lagi untuk menyatakan bahwa teori evolusi merupakan filsafat ateis. Dalam artikel ini juga disebutkan bahwa menurut T. Jacob, Harun Yahya berlatar belakang pendidikan non-sains dan bukan ahli evolusi. Oleh karena itu, label ateis terhadap ilmu yang diberikan Harun Yahya tidak sepenuhnya benar. Tidak ada korelasi antara ateisme atau areligiusitas dan ilmu. Selain pendapat dari T. Jacob, juga diungkapkan pendapat Haidar Bagir, bahwa sebenarnya ada sisi positif dalam karya Harun Yahya kaitannya dengan dakwah Islam. Hal yang dikhawatirkan adalah jika karya Harun Yahya diterima begitu saja tanpa kritik sains yang mendalam, sementara sains sendiri mengalami perkembangan.
Artikel Andya Primanda dengan judul Mempertimbangkan Teori Harun Yahya,[12] mengkaji tentang konsep penciptaan (creation theory) dan desain cerdas (intelligent design theory). Menurut dia, teori penciptaan terpisah (kreasionisme) maupun evolusi sebagai obyek kajian sains merupakan konsep yang relativistik karena keduanya pada dasarnya masih perlu diuji secara terus menerus. Apabila gagasan kreasionisme yang diajukan oleh Harun Yahya memenuhi persyaratan ilmiah, yaitu jika persyaratan kajian ilmiah seperti observasi, hipotesis dan dapat diuji secara berulang-ulang, maka gagasannya akan dapat diterima sebagai sebuah teori sains. Kritik Primanda ini mendapat sambutan langsung dari Harun Yahya, di antaranya menyayangkan jika masih ada muslim yang percaya teori evolusi.
[1] A. Gunawan, Tata Surya dan Alam Semesta, (Yogyakarta: Kanisius, 2000), hlm. 17-18.  
[2] Franz Dahler dkk., Asal dan Tujuan Manusia (Teori Evolusi yang Menggemparkan Dunia), (Yogyakarta: Kanisius, 1995), hlm. 29.
[3] Editorial, Tuhan, Agama dan Sains, Relief Journal of Religious Issues: Agama dan Sains, Vol. I: 01, 2003, hlm. 5.
[4] Osman Bakar, Evolusi Ruhani: Kritik Perenialis Atas Teori Darwin, terj: Eva Y Nukman, (Bandung: Mizan, 1996), hlm. 7.
[5] Hermansyah Hsb., “Mencari Ruangan Untuk Tuhan: Dialog Agama dengan Teori Evolusi”, Relief Journal of Religious Issues: Agama dan Sains, Vol. I: 01, 2003, hlm. 56.
[6] T. Jacob, “Evolusi adalah Cara Tuhan bekerja”, Relief Journal of Religious Issues: Agama dan Sains, Vol. I: 01, 2003, hlm. 45.
[7] Harun Yahya, Menyibak Tabir Evolusi, terj: Efendi dkk, (Jakarta, Global Cipta Publishing, 2002), hlm. 10.
[8] Artikel dipresentasikan dalam Workshop Ilmu dan Agama, Center  for Religious and Cross-Cultural Studies, Gadjah Mada University Post Graduate Program, Yogyakarta, 25-27 Juni 2003.
[9] Resensi buku,  “Memandang Alam dengan Mata Ilahi”, Surat Kabar Harian Republika, edisi Ahad, 28 Desember 2003, hlm. 5.  
[10] Harun Yahya, Penciptaan Alam Raya, terj: Ari Nilandari, (Bandung: Dzikra, 2003).
[11]Arahman Ma’mun, Harun Yahya: Berdakwah Melawan Temuan  Ilmiah, http://www.panjimas.com/mei/induk.htm., akses 23 Januari 2004.
[12] Andya Primanda, Mempertimbangkan Teori Harun Yahya, http://redrival.com/evolusi/teori-hy.pdf, akses 5 Maret 2004. 

Download Skripsi Jurusan PAI

Menunda Skripsi 1 Hari sama dengan anda menunda pernikahan 1 hari.. atau mengurangi jatah umur anda satu hari... wah..wah... extrim bgt..... Ga segitunya kali....hanya saja bersemangatlah bagi mahasiswa yang sudah hampir jatuh tempo masa kuliahnya. Skripsi.... Hantu...... lariii, eit... jangan... tapi hadapi saja. Berlari hanya bunuh diri... nanti tidak punya istri atau suami.. Bercanda teman...

Kunci selesainya skripsi adalah meyakini bahwa ada yang menanti kita, entah itu calon suami, calon istri, dan yang pasti orang tua kita yang membiayai. Tenang kawan... ane punya banyak koleksi skripsi untuk dijadikan contoh, siapa tahu dapat membantu sedikit-sedikit. Tapi....! Jangan plagiat yah.... jangan semuanya dicopy paste, ganti tempat atau data.... ini hanya contoh saja, kalau hanya untuk dijadikan referensi... Oke? Maaf nih yah yang di halaman ini hanya khusus Jurusan PAI alias Pendidikan Agama Islam...Untuk jursan dan fakultas lain tenang az, stok masih banyak. Nanti ane upload yah... sabar...

  1. PEMBELAJARAN FIQIH DI MAN YOGYAKARTA II (Tinjauan Kompetensi Profesional Guru)
  2. NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL-QUR'AN SURAT AL-HUJURAT AYAT 11 – 12 MENURUT TAFSIR AL-MARAGI
  3. STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI DASAR SISWA DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTS WALISONGO SIDOWANGI KAJORAN MAGELANG
  4. KREATIVITAS GURU DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PAI DI TK MASYITOH NGADIREJO TEMANGGUNG
  5. HUBUNGAN KEAKTIFAN MENGIKUTI PROGRAM TADARUS DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA Al-QUR’AN PADA SISWA SLTP MUHAMMADIYAH 8 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2004/ 2005
  6. NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM SERAT WEDHATAMA KARYA K. G. P. A. A. MANGKUNEGARA IV; PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
Bagi anda yang membutuhkan file lengkap, silahkan tinggalkan komentar dengan alamat email.






Download Format SPJUN 2016-2017 SMK

Mangga bilih Format SPJUN nu tina WA sesah dibuka, mangga download di sini 
Klik kanan file teras extrak nganggao Winrar atanapi Winzip

Hati-Hati ketika Berjilbab. Akibat Jarum Pentul Annisa butuh Biaya 50 Jt

Bagi kaum hawa, berjilbab tidak sekedar trend atau kewajiban dari lembaga, melainkan merupakan ibadah dalam menjalankan perintah Alloh, SWT. Dasarnya : QS. Al-A’raf: 26,  QS. Al-Ahzab: 59, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘QS. AL-Ahzab: 33. Namun berhati-hatilah dalam menggunakannya, sebagian jilbab atau kerudung ada yang harus menggunakan Jarum Pentul....Nah....hati-hati yah, jangan sampai musibah yang menimpa Annisa siswi kelas 9 SMPN 1 Rancakalong tak sengaja menelan sebuah jarum pentul.


Kejadian bermula ketika Annisa sedang menggigit jarum tersebut saat sedang membenahi jilbabnya. Pada saat itu secara tiba-tiba seorang temannya mendorong Annsia hingga jarum pentul tersebut langsung tertelan dan bersarang di rongga dadanya. (Sumber  : Sumedangonline.com)
Untuk mengeluarkannya dibutuhkan biaya sekitar Rp. 50 Jt, biaya operasi nya saja 19 juta, belum biaya obat biaya kamar dan lain lain. (Sumber: Jabar Tribun News)
Kejadian ini jangan sampai menimpa kita atau saudara kita, jadikan pelajaran yang berharga, ketika memakai Jilbab jangan pernah meletakkkannya di mulut, silahkan ditempatkan dulu di tempat yang aman untuk diri kita dan orang lain...

APAKAH ALLAH MENCINTAIKU

APAKAH ALLAH MENCINTAIKU. ?

Syeikh Ali Musthafa Thanthawi -rahimahullah- pernah berkata: "Apakah Allah mencintaiku?" Pertanyaan ini terus  mengusikku! Aku teringat bahwa kecintaan Allah Ta'ala kepada hamba-
hamba-Nya hadir karena beberapa sebab dan sifat yang disebutkan didalam al Quran al Karim..

Aku membalikkannya kedalam memoriku, untuk membandingkan apakah diriku sudah seperti yang
disebutkan di dalam Al-Qur'an itu, agar aku dapat menemukan jawaban atas pertanyaanku..

Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang bertakwa" dan aku tidak berani menganggap diriku bagian dari mereka (yang bertakwa)..!

Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang  sabar" maka aku teringat betapa tipisnya kesabaranku...!

Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang berjihad" maka aku pun tersadar akan kemalasanku dan rendahnya perjuanganku...!

Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang berbuat baik" Betapa jauhnya diriku dari sifat ini....

Saat itulah aku berhenti meneruskan pencaharian dan pengamatanku : Aku takut bila nanti aku tidak menemukan sesuatu pun didalam diriku yang dapat menyebabkan Allah mencintaiku !

Aku periksa semua amal-amalku.... Ternyata di dalamnya banyak yang bercampur dengan
kemalasan/kelemahan, kotoran-kotoran dan dosa-dosa. seketika itu terbersitlah dalam ingatanku firman Allah Ta'ala :
( ﺇﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺤﺐ ﺍﻟﺘﻮﺍﺑﻴﻦ )

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat."

Seakan-akan aku menjadi faham bahwa ayat itu adalah untuk diriku dan orang-orang yang sepertiku, seketika mulutkupun mulai komat-kamit membaca:

ﺃﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﺗﻮﺏ ﺇﻟﻴﻪ
ﺃﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﺗﻮﺏ ﺇﻟﻴﻪ
ﺃﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﺗﻮﺏ ﺇﻟﻴﻪ

Astaghfirullah wa Atuubu ilaihi "Aku memohon ampunan Allah dan aku bertaubat kepada -Nya"

Diterjemahkan dari: www.mktaba.org
Oleh: ust. Aan Chandra Thalib El-Gharantaly 
Semoga bermanfaat... 

Download Spanduk Mie Bakso.cdr | Mie Ayam | Seblak

Contoh Desain Banner/Spanduk Makanan : Spanduk Mie Bakso.cdr |Spanduk Baso.cdr Spanduk Mie Ayam.cdr| Spanduk Warung Nasi.cdr | Spanduk Seblak dan lain-lain.

Perkembangan ekonomi berbasis kerakyatan tumbuh dan berkembang seiring dengan pola dan gaya hidup individu-individu yang terus berkembang. Berbagai varian makanan semakin dicari hal yang baru sehingga menimbulkan rasa penasaran konsumen. Istilah baso beranak, baso bunting, bakso raksasa, bermunculan. Setiap ada yang mulai buka usaha, tentu iklan menjadi kebutuhan, promosi merupakan strategi.  Media iklan dan promosi adalah dengan spanduk banner dll.

Kami juga menerima pemesanan Spanduk langsung Jadi  dari mana saja seluruh pelosok negeri. Hub. WA 085 213 974 463, . Harga dihitung per meter Rp. 25.000, gratis desain. Desain Suka-suka bisa pesan sendiri sesuai keinginan.



CARA ORDER
Bahan yang digunakan adalah bahan Flexy Cina tebal 280 gram. Daya tahan spanduk ini jika dipasang di luar ruangan dapat bertahan kurang lebih anatara 8 bln s/d 1 tahun, tergantung penempatan. Jika posisinya terkena langsung sinar matahari maka kekuatannya bisa kurang dari itu. Tahan terhadap air tidak akan luntur.

Kalau sobat menginginkan bahan spanduk yang bagus, bisa pesan dengan menggunakan bahan korea glossy dengan harga cetak spanduk per meter Rp. 80.00.

Ongkos kirim disesuaikan dengan alamat tujuan dan berat. Untuk ukuran spanduk bahan flexy cina berat  per m2nya adalah  0.3 Kg.  Pengerjaan 1 hari selesai, lama pengiriman 1 s/d 2 hari tergantung alamat tujuan.

Contoh penghitungan Harga Spanduk ukuran 1 x 1, maka harga Spanduk hanya Rp. 25.000 saja, kalau pengiriman untuk wilayah Jawa Barat ongkos kirimnya Rp. 12.000, jadi total harga spanduk ukuran 1 x 1 m ditambah ongkir Rp. 12.000 totalnya Rp. 37.0000.

Contoh lagi Spanduk ukuran 4 x 1 m, maka biayanya dihitung 4 m x Rp. 25.000 total Rp. 100.000. Ongkos Kirim ditanggung pemesan sesuai dengan alamat pemesan, dan bisa dicek secara online. Pengiriman bisa menggunakan TIKI, JNE, J&T dan lain-lain.

Semoga bermanfaat. Terima Kasih atas silaturrahimnya. Salam sukses.

Berikut kami sajikan contoh-contoh desain spanduk makanan seperti bakso apa baso nulisnya yah... , baso tahu.. mi ayam, seblak dll yang dibuat oleh Percetakan Kasima Grafika Pagerageung Tasikmalaya.



Spanduk Mie Baso Super.cdr 

1. Spanduk Mie Baso.cdr





Spanduk Mie Baso Bogor.cdr 

Spanduk Mie Baso Atrium.cdr 

Download Juga :  Contoh Spanduk Aneka Jus.cdr


Download Juga :  Contoh Spanduk Aneka Minuman.cdr
Download Juga :  Contoh Daftar Menu Mie Bakso dan Mie Ayam.cdr

Spanduk Mie Baso Mantap.cdr 


Spanduk Mie Baso Beranak.cdr 

Download Juga :  Contoh Spanduk Martabak.cdr
Download Juga :  Contoh Daftar Menu Martabak.cdr

Spanduk Mie Baso Semar.cdr 


Spanduk Mie Baso Sawargi.cdr 

Spanduk Mie Baso Uyut Semar.cdr 



Spanduk Mie Baso Lugina.cdr 

Spanduk Mie Baso Al Ittihad.cdr 

Bagi yang membutuhkan deain stempel.cdr silahkan baca Juga :  Kumpulan Desain Stempel.cdr Lengkap

2. Spanduk Mie Ayam.cdr

Spanduk Mie Ayam Cita Rasa.cdr 

Spanduk Mie Ayam Sarasa.cdr 


Spanduk Mie Ayam Prajurit.cdr 

Spanduk Mie Ayam Sederhana.cdr 
Spanduk Mie Baso Mie Ayam.cdr 

Spanduk Mie Ayanm Mie Baso Durian. dr 


Kalau ada Masalah dengan file cdrnya silahkan berkomentar. Terima Kasih. Semoga Bermanfaat

Humor Sunda Awewe Curhat Ka Indungna

*(SURAT NENG KEUR ABAH JEUNG AMBU...)*

Pamajikan ngadu kakolotna make surat..ieu suratna.
Kahatur Abah & Ambu
di Lembur.
Assalamu'alakum Wr.Wr.
Abah sareng Ambu,
Teu suka Enéng mah hirup dikitu-kitu ku salaki, majar cenah mun geus kawin mah bakal dipikanya'ah, nyatana mana...???
Méré duit ku méréna keur balanja, tapi ari dahar masih ménta kénéh ka Enéng....!
Ongkoh dipangmeulikeun baju nu aralus ari rék saré tara meunang make baju, na teu sieuneun Enéng asup angin kitu....?
Waktuna saré karék ogé reup, geus ditindihan bari kawas Ucing ungas-ingus sagala dilétakan...., jigana têh ulah wéé... nempo pamajikan tibra saré téh.
Sok bayangkeun ku Abah & Ambu, mun kacugak ku Cucuk anu leutik waé, meni sakitu nyerina.... ieu mah Cucukna ogé leuwih gedé bari hayoh wé didedet-dedet..... duh nasib.....!
Ayeuna geus boga anak, nyatana kalah ka leuwih nya'ah ka anak....!
Ari ningali calana anak morosot, meni geuwat-geuwat diangsrodkeun kaluhur..... naha ari ka Enéng, sakitu calana Enéng geus bener, hayoh wéé.... diporosot-porosotkeun....!
Na nu kitu nu disebut nya'ah ka pamajikan téh....???
Anu pang-anéhna mah, salaki Enéng waktu keur orokna, jigana mah kurang nyusu ka indungna...., da nepi ka ayeuna terus wé ngenyotan waé susu Enéng.... karunya ka budak wé, sok tara kabagéan, bèakeun ku bapana.
Tah kitu Abah, Ambu kalakuan salaki Enéng téh, ngan Enéng sok tara loba gurah-geureuh wé ka salaki téh, bisi pundung....
Wassalam 😄😄😄)

Pil Eximer Penyebab 12 Remaja di Tasikmalaya Masuk Rumah Sakit

Polres Tasikmalaya berhasil mengamankan Pemilik obat yang menyebabkan 12 Remaja di Tasikmalaya Masuk Rumah Sakit. Remaja Putus sekolah berinisal RZB mengaku membelinya di Apotek Kawasan Bekasi, kemudian ia pulang kampung dan memberikannya kepada temannya di Pagerageung. Pil Eximer ini dia beli Rp. 1000 rupiah yang awalnya untuk dikonsumsi sendiri sebagai obat penenang dan obat tidur. Namun ketika diberikan kepada temannya, mereka meminumnya dicampur air kopi sehingga menimbulkan efek pusing dan kejang-kejang.

Add caption
Narkoba yang kini menjadi tren di kalangan pelajar ini bernama excimer. Narkoba jenis ini bentuknya berupa pil. Cara menggunakannya hanya cukup ditelan kemudian muncul gejala pada tubuh seperti detak jantung berdegup kencang, penglihatan kabur serta terasa mual. Obat Atau Pil Excimer: Excimer merupakan jenis obat yang mempunyai kandungan utama berupa CPZ (Chorpromazine) yang berperan sebagai Anti-psikotik obat yang tidak terdaftar di dalam MIMS (Kitab daftar obat-obatan yang beredar resmi) Obat excimer ini tidak termasuk dalam UU narkotika, tetapi masuk UU kesehatan. Sekarang sudah sangat  menghawatirkan, pemasarannya sudah masuk kekalangan perlajar dan masyarakat. Ancaman Narkoba saat ini sudah masuk kedalam lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Bahkan Narkoba jenis Excimer ini digemari oleh para pelajar Karena harga terjangkau dan memiliki efek yang sama dengan narkoba jenis lainnya.
Narkoba jenis ini berupa berbentuk pil, cara penggunaannya hanya cukup ditelan dan didorong oleh air mineral,  bisa juga dicampur kedalam kopi atau minuman lainnya, kemudian muncul gejala pada tubuh, Seperti jantung berdegup kencang, malas beraktivitas, pandangan buram atau kabur dll.


PARAH !! 12 ANAK DI TASIKMALAYA KEJANG USAI TELAN PIL X mirip efek pcc


Sebanyak 12 anak di Kabupaten Tasikmalaya mengalami kejang-kejang usai menelan pil oranye yang disebut 'Pil X'. Kejadian ini mirip efek mengonsumsi pil PCC yang menggegerkan publik Tanah Air.
Ada 12 anak kejang-kejang dan muntah setelah diduga mengonsumsi pil yang efeknya seperti PCC. Kalau ini sebutannya 'Pil X', berwarna oranye,"

Anak-anak usia 13 hingga 16 tahun ini berdomisili di Desa Puteran dan Desa Sukadana Kecamatan Pagerageung. Sebanyak 12 anak di Kabupaten Tasikmalaya mengalami kejang-kejang usai menelan pil oranye yang disebut 'Pil X'. Kejadian ini mirip efek mengonsumsi pil PCC yang menggegerkan publik Tanah Air. Ada 12 anak kejang-kejang dan muntah setelah diduga mengonsumsi pil yang efeknya seperti PCC. Kalau ini sebutannya 'Pil X', berwarna oranye,"

12 Anak Remaja di Tasikmalaya Menjadi Korban Pil PCC

Sebanyak 12 anak di Kabupaten Tasikmalaya mengalami kejang-kejang usai menelan pil oranye yang disebut 'Pil X'. Kejadian ini mirip efek mengonsumsi pil PCC yang menggegerkan publik Tanah Air.
Ada 12 anak kejang-kejang dan muntah setelah diduga mengonsumsi pil yang efeknya seperti PCC. Kalau ini sebutannya 'Pil X', berwarna oranye,"

Anak-anak usia 13 hingga 16 tahun ini berdomisili di Desa Puteran dan Desa Sukadana Kecamatan Pagerageung. Sebanyak 12 anak di Kabupaten Tasikmalaya mengalami kejang-kejang usai menelan pil oranye yang disebut 'Pil X'. Kejadian ini mirip efek mengonsumsi pil PCC yang menggegerkan publik Tanah Air. Ada 12 anak kejang-kejang dan muntah setelah diduga mengonsumsi pil yang efeknya seperti PCC. Kalau ini sebutannya 'Pil X', berwarna oranye,"

Anak-anak usia 13 hingga 16 tahun ini berdomisili di Desa Puteran dan Desa Sukadana Kecamatan Pagerageung. (Sumber : Detiknewa,com) lengkapnya silahkan baca Detik News

Korban kebanyakan mengalami gejala pusing dan kejang, bahkan 4 di antaranya harus dirawat di ICU. Salah satu korban berinisial ZR berasal warga kampung Sedaleuwih Desa Puteran Kecamatan Pagerageung yang masih duduk di kelas 9 SLTP, ini terpaksa dirawat intensip di RS Jasa Kartini, setelah sebelumnya dirawat di ICU karena diduga menelan 2 pil yang diduga Narkoba.


Menurut pengakuan korban ia mengkonsumsi pil tersebut dikasih oleh temannya berinisial RK pada Sabtu kemarin. Namun setelah dimakan besoknya ia merasakan pusing, kejang dan mulutnya kaku. Sehingga orang tuanya langsung membawanya ke Puskesmas Lanbau Ciawi. Karena keterbatasan peralatan medis pihak puskesmas menyarankan untuk di Rujuk ke RS Jasa Kartini.Temannya yang memberikan pil tersebut (RK) dilarikan ke RSUD Kota Tasikmalaya

Menurut orang tua salah satu korban (Cacah) ia tidak tahu persis penyebabnya, karena kondisi anaknya tidak bisa ditanya, omongannya melantur. (Sumber : Warta Priangan). Lengkapnya silahkan baca Warta Priangan. Untuk berita TV dapat anda lihat di Berita TV baca juga Eximer Penyebab 12 Remaja di Tasikmalaya Masuk Rumah Sakit

Contoh Proposal BOP TK/PAUD 2017

Proposal BOP PAUD/TK | Proposal Biaya Operasional Pendidikan (BOP) | Proposal Biaya Operasional.doc
Proposal BOP lengkap format Word Silahkan Download

Baca Juga : Contoh Proposal Bantuan APE PAUD/TK 
Baca Juga : Contoh Plang PAUD/TK 

PROPOSAL BIAYA OPERASIONAL PENDIDIKAN (BOP) PAUD/TK


A.    LATAR BELAKANG
Peningkatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) harus diawali sejak usia dini. Program pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini sebagai sebuah perpaduan antara sarana pendidikan di satu sisi dan pada sisi lain merupakan tempat bermain bagi anak-anak pra sekolah. Upaya ini memiliki peran yang strategis dalam pembentukan kepribadian serta kecerdasan anak sebelum memasuki usia wajib sekolah.
Pendidikan Ariak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak usia Dini antara (3-5) tahun, diselenggarakan pada jalur Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) dalam satuan pendidikan anak usia dini Taman Asuh Anak Muslim yang sejenis guna mempersiapkan anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta kelak siap memasuki tingkat Pendidikan Dasar/ Sekolah Dasar (SD). Dengan demikian, Pendidikan Anak Usia Dini mempunyai peranan penting dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas sejak Dini. Mengingat pada usia tersebut merupakan usia yang sangat menentukan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.
Mengingat sangat pentingnya program tersebut, maka diharapkan pendidikan dan perkembangan anak usia dini harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Banyak sarana dan prasarana PAUD yang didirikan secara swadaya, baik oleh perorangan (lembaga/ Yayasan) maupun masyarakat. Namun pada tahap pengembangan program PAUD menghadapi banyak kendala terutama mengenai pendanaan program, baik untuk pengadaan sarana maupun prasarana, alat/ sumber belajar ataupun untuk kepentingan biaya operasionalnya.
Peran serta masyarakat dan swasta dalam meningkatkan kualitas dan kwantitas pendidikan adalah merupakan perwujudan dan tujuan pendidikan nasional, sehingga sangat diharapkan oleh pemerintah. Hal ini sejalan dengan semangat otonomi daerah yang termuat dalam Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang Urusan Pendidikan yang diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi, kondisi masyarakat khususnya di Kp. Pagerageung Wetan Ds. Pagerageung Kec. Pagerageung Kab. Tasikmalaya, saat ini belum siap menjalankan amanat dan Undang-undang tersebut, oleh karena itu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/ KOBER yang dikelola secara swadaya oleh Yayasan Abu Dzar memerlukan penanganan dan dukungan yang memadai dari pemerintah agar program ini dapat berjalan sesuai dengan standar mutu pendidikan yang telah digariskan Undang-undang.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/TKIT ABU DZAR merupakan lembaga pendidikan yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat melalui Yayasan telah berjalari selama 5 (lima) tahun. Semenjak dibuka tahun 2004 sampai saat ini belum memiliki alat/sumber belajar, Alat Permainan dalam maupun luar ruangan, perlengkapan kantor (komputer, meja, kursi, lemari, rak dsb), dengan perlengkapan yang memadai diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan memperlancar kegiatan belajar PAUD/ TKIT ABU DZAR.

Proposal BOP lengkap format Word Silahkan Download

B.     TUJUAN
1.      Tujuan Khusus
Dengan adanya Bantuan Operasional bagi TKIT ABU DZAR, maka tujuan yang hendak dicapai adalah:
a)      Memperluas layanan PAUD bagi anak usia (3-6) tahun terutama dari keluarga yang kurang mampu di Kp. Pagerageung Wetan Desa Pagerageung Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya
b)      Meningkatkan kinerja proses kegiatan administrasi sehingga dapat mempercepat kerja pengurus PAUD.
c)      Meningkatkan pelayanan semaksimal mungkin bagi Peserta Didik PAUD serta merangsang minat belajar, menantang kreatifitas sehingga Peserta Didik secara bertahap dilatih untuk mampu memecahkan masalah serta mengatasi kesulitannya sendiri sehingga meningkatkan minat dan semangat belajar warga.
d)     Mengurangi beban biaya pendidikan baik bagi Iembaga/Yayasan Abu Dzar maupun bagi Peserta Didik dan masyarakat
2.      Tujuan Umum:
a)       Mewujudkan Program Pendidikan di masyarakat dalam rangka meningkatkan Program Pembangunan Nasional;
b)      Membangun partisipasi dan tanggung jawab bersama antara masyarakat dengan pemerintah melalui program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
c)      Memperkuat lembaga pendidikan di masyarakat untuk mendukung pola penciptaan dan SDM yang berkualitas dan mandiri sejak usia dini.
d)     Membentuk lembaga PAUD yang handal di masyarakat.

C.    SASARAN/ PESERTA DIDIK
1)      Sasaran kegiatan belajar PAUD adalah anak-anak pra sekolah usia (3-6) tahun dan pra sejahtera sebnyak 37 orang anak didik.
2)      Seluruh lapisan masyarakat di sekitar wilayah kerja PAUD/ TKIT ABU DZAR

D.    LOKASI
Adapun lokasi tempat penyelenggaraan Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) TKIT Abu Dzar adalah berlokasi di Kp. Pagerageung Wetan Desa Pagerageung Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikrnalaya didirikan sejak tahun  2004 dengan ijin operasional No.642.113086/Disdik/20 Juli 2008.

E.     JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan harian merupakan rencana (jadwal) yang dilakukan oleh anak dalam satu hari dengan memperhatikan keseimbangan berbagai jenis aktivitas anak yang terdiri dari : 
1)      Persiapan
·         Anak datang dan bermain bebas
·         Tutor menyiapkan kegiatan di sentra
2)      Pembukaan dengan Kelompok Besar (sat lingkaran)
Waktu yang digunakan untuk duduk melingkar berama di atas karpet.
·         Greeting ( salam pembuka)
·         Membaca buku cerita (sesuai tema)
·         Membuat Aturan Sentra (pijakan sebelum main)
·         Guru menjelaskan alat permainan yang disediakan
·         Toilet training
3)      Bermain di Luar Ruangan (selama 30 menit/ sesual kebutuhan anak)
Bermain di luar ruangan tidak hanya berkembangannya kemampuan motorik, tetapi juga mengembangkan kemampuan sosial, emosional, dan intelektual. Anak menggunakan waktu di luar ruang untuk mrencanakan sesuatu bersama (sosial), untuk menarik, mendorong, keseimbangan dan mengangkat (fisik); melempar bola, lari dengan penuh semangat dan berteriak kencang (teknik untuk mengeluarkan perasaan yang kuat); dan untuk mengeksplorasi dan meneliti (intelektual). Bermain di luar dilakukan setelah anak melakukan kegiatan inti.
4)      Aktivitas Sentra (selama 30 menit/ sesual dengan kelompok)
Anak dapat bermain baik secara individual, kelompok kedil maupun kelompok besar dan bahkan secara klasikal.

F.     DAYA DUKUNG .
a)      Yayasan/ Lembaga Penyelenggara
-          Fasilitas sarana dan prasarana (gedung dan halaman) dari pihak pengelola/Yayasan Abu Dzar untuk Sekolah PAUD/ TKIT ABU DZAR
b)      Partisipasi masyarakat
-          Antusias masyarakat di sekitar wilayah Yayasan AI-Muawanah yang sangat besar terhadap pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini;
-          Dukungan dana sumbangan sekarela sebesar Rp. 5000/ bulan rata-rata 20-50%;

G.    TINDAK LANJUT
Memperhatikan besarnya daya dukung terhadap layanan pendidikan anak bagi usia Dini pra sekolah di lingkungan Yayasan Abu Dzar Tindak lanjut tersebut diantaranya:
1.      Memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada guna melaksanakan program pembelajaran PAUD.
3.      Peningkatan Gizi atau PMT (pemberian makanan tambahan) bagi peserta didik;
4.      Melakukan Program Deteksi Tumbuh Kembang dan Kesehatan Anak (DDTK), serta pengadaan obat-obatan ringan dan kotak P3K;
5.      Pengadaan sarana dan media pembelajaran dalam dan luar ruangan;
6.      Koordinasi antar pendidik PAUD melalui  HIMPAUDI Kab. Tasikmalaya.

H.    PENUTUP
Terkabulnya permohonan ini merupakan harapan bersama dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari pemerintah sangat kami harapkan mengingat keterbatasan kemampuan kami.
Atas dukungan dan terkabulnya, kami ucapkan terima kasih.



Tasikmalaya, 23 Maret  2017
Pengelola TKIT ABU DZAR






AI SYARIPAH, S. Pd.I

Followers