Home » » Tips Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan | Hemat dan Tepat

Tips Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan | Hemat dan Tepat

Mengatur keuangan di bulan ramadhan merupakan hal yang penting agar puasa kita lebih bermakna. Hal ini perlu dilakukan karena tidak sedikit orang merasa berat menghadapi bulan Ramadhan dikarenakan kebiasaan yang salah kaprah. Selama ini trend masyarakat di bulan Ramadhan adalah meningkatnya pengeluaran. Menu buka dan sahur yang selalu istimewa, berbeda dengan menu makan di hari-hari biasa, menyebabkan pengeluaran keuangan selama bulan ramadhan lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya. Hal ini tentu sangat jauh dan menyimpang dari makna puasa itu sendiri yaitu "al-imsak" yang berarti menahan. Makna menahan dalam puasa ramadhan tidak terbatas pada menahan lapar dan haus saja, melainkan juga pada menahan diri dari hal-hal yang berlebihan termasuk pengelolaan keuangan.

Idealnya pada bulan Ramadhan  pengeluaran itu harus lebih sedikit atau berkurang dibanding bulan-bulan biasa. Logika sederhananya kalau bulan ramadhan kita hanya makan dan minum 2 kali saat sahur dan berbuka, sedangkan pada bulan-bulan biasa seharian penuh kita bebas makan dan minum apa saja, pagi makan, siang makan baso, sore jajan, malam ngemil dan seterusnya. Namun mengapa pada bulan Ramadhan pengeluaran keuangan malah meningkat lebih banyak? Mari kita sama-sama muhasabah diri bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh hal-hal berikut :

1. Kesalahan Memahami Kegembiraan Menyambut Bulan Ramadhan
Kegembiraan menyambut datangnya bulan Ramadhan sering dimaknai dengan rangkaian kegiatan yang menghabiskan banyak uang. Tradisi munggahan di tanah pasundan adalah kebiasaan pergi ke suatu tempat untuk rekreasi atau piknik disertai dengan makan-makan. Tradisi kegembiraan menyambut datangnya bulan Ramadhan ini identik dengan ekspresi piknik dan makan-makan. Masyarakat menganggap bahwa tradisi munggahan adalah tradisi makan siang bersama sebelum nanti di bulan Ramadhan tidak bisa makan di siang hari.

2. Kesalahan Memahami Keistimewaan Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah bulan istimewa, bulan yang bertabur rahmat, berkah, pahala dan ampunan. Ramadhan adalah bulan perbaikan diri untuk menjadi orang yang bertakwa. Namun sayangnya keistimewaan ini seringkali bukan pada nilai-nilainya melainkan pada hal-hal yang sama sekali tidak ada keistimewaannya seperti menganggap bahwa menu sahur dan buka harus istimewa, Minuman  bahkan buka puasa pun ingin di tempat yang istimewa seperti restauran, cafe dan lain-lain. Minuman pun disajikan dalam berbagai jenis, seperti syrup, es campur, jus dan lain-lain. Makanan buka puasa dengan berbagai pilihan, ikan, telur, daging, kadang semuanya ada.

Kedua hal di atas merupakan sebagian faktoryang menyebabkan meningkatnya pengeluaran ke uangan di bulan Ramadhan  Oleh karena itu untuk untuk mengatur keuangan di bulan Ramadhan agar efektif dan efisien sehingga tidak mengganggu dari makna puasa itu sendiri perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Fokus Kepada Tujuan Ibadah Puasa
Fokus pada tujuan Ibadah puasa merupakan hal yang terpenting dalam mengatur atau mengelola keuangan di bulan Ramadhan. Tujuan ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa.  Pribadi yang bertakwa adalah pribadi yang selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT sesuai dengan aturan-Nya. Salah satu wujud dari takwa adalah mampu membedakan antara hak dan  batil, halal dan yang haram, baik dan buruk, penting dan tidak penting.

Bagi orang yang fokus terhadap tujuan ibadah puasa, sudah pasti akan mengisi bulan Ramadhan ini dengan kegiatan-kegiatan ibadah seperti shalat tarawih, tadarus, pengajian dan lain-lain. Mereka sibuk melakukan amal sholeh, berlomba-lomba dalam kebaikan.

2. Atur Menu Buka dan Sahur seperti Menu pada Hari biasa
Makan dan sahur pada bulan Ramadhan tidak perlu dengan yang istimewa atau mahal. Makan dan minum seperti pada bulan-bulan biasa. Rasulullah Saw juga mengajarkan tata cara berbuka dan sahur yang baik di antaranya sebagai mana dalam hadis yang artinya : "Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci, Hadits Nabi ini menggambarkan kepada kita bagaimana cara berbuka yang baik. Yaitu dengan makanan yang manis, yang lunak dan mudah dicerna.

Biasanya rasulullah kalau berbuka didahului dengan meminum air zam-zam atau air putih yang kemudian diiringi dengan beberapa biji kurma. Yang demikian itu boleh dikatakan sebagai mukadimah. Dengan kata lain, begitu masuk waktu berbuka maka tidak semua langsung dimakan atau disikat.
Rasulullah dalam setiap berbuka atau katakanlah setiap waktu makan, tidak pernah terlalu kenyang. Bahkan tidak sampai kenyang kurang lebih 2/3 dari perut itu yang diisi, dan 1/3 lagi dikosongkan hal ini dijelaskan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya, bahwa beliau tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.
Oleh karena itu berbuka dan bersahurlah secukupnya tidak perlu mengadakan makanan atau minuman yang bahkan tidak baik bagi kesehatan. Selain tidak baik bagi kesehatan tubuh kita juga sangat tidak baik bagi kesehatan keuangan.

3. Rencanakan Keuangan untuk Hari Raya
Rencanakan Keuangan Untuk hari Raya dengan menabung.. menyisakan uang jajan yang biasa digunakan di siang hari pada bulan-bulan biasa. Tidak perlu berlebihan dalam menyambut hari raya, yang terpenting adalah kesucian hati kita setelah berpuasa.

Demikian tips mengatur keuangan di bulan suci ramadhan agar kita terhindar dari kebiasaan yang akan mengurangi pahala puasa. Ramadhan bukanlah bulan yang penuh beban keuangan, melainkan bulan penghematan keuangan dan keberkahan.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1439 H.
Advertisement

Previous
« Prev Post

0 Komentar:

Post a Comment