Modus penipuan di zaman now semakin banyak caranya, ada yang mamah atau papap minta pulsa, kirim nomer rekening, undian berhadiah, Bukti transfer ATM Palsu, Hipnotis, mengaku saudara yang mengalami kecelakaan dan sebagainya. Berbagai cara dilakukan oleh para penipu profesional. Kebohongan bagi mereka adalah uang, jadi semakin pintar untuk berbohong maka semakin besar uang yang didapatkan. Mereka ga tanggung mereka mengaku saudara dan bisa menirukan suaranya persis seolah-olah betul yang nelphon itu saudara kita, tahu posisi dan wilayah.


Ide menulis tips mengatasi modus penipuan melalui telphon ini muncul dari kejadian yang menimpa istri saya hari Rabu tanggal 03 Oktober 2019. Siang itu sekitar pukul 13..00 WIB saat saya berada di percetakan Kasima Grafika, istri saya dengan terburu-buru sambil memegang uang menanyakan apakah di rekening ada saldo? saya jawab tidak, mau apa? dia tidak menjawab. terus bertanya lagi kalau mau transfer lewat kasir BJB bagaimana caranya? Saya bilang ke mana? ke BRI... "Kalau ke BRI dari kasir BJB masuknya lama bisa 1 minggu, sebaiknya dari BRI... ditanya lagi mau transfer ke mana eh malah dia keburu-buru pergi.

Lima belas menit kemudian istri saya datang....mengajak langsung pulang ke rumah dengan raut muka ketakutan... Saya tanya ada apa mi? Jawabnya nanti az di rumah ceritanya... Tapi saya terus mendesak, dan istri saya kelihatan mengangis,, saya tanya sekarang az cerita ada apa? akhirnya dia cerita sambil mau nangis..

"Bi! (panggilan ke saya) Arif (saudaranya yang di Awipari) mau ke sini tapi katanya kecelakaan di jalan nabrak anak usia 9 tahun kondisinya kritis, sekarang Arif ada di Polsek. Dia tadi minta bantuan uang untuk pembebasan dirinya, tapi melarang menemuinya karena dia sudah mengaku sebatang kara. Kata Penipu yang mengaku Arif itu ada polisi baik hati yang ingin membantu pembebasan asal ada uang, mintanya 1.5 jt, tapi kata istri saya adanya rp. 1.3 jt. Arif  (nama akuan penipu) minta uangnya ditansfer saja karena sudah mengaku sebatang kara, takut ketahuan sama keluarga korban.
Arif juga memberikan telphonnya ke yang ngaku polisi, dia bilang memerlukan uang administrasi untuk pembebasan saudaranya,, mendengar suara yang ngaku polisi, istiri saya pasti semakin percaya betul

Ternyata tadi istri saya keburu-buru pergi setelah nanyain saldo di rekening dia pergi ke ATM dan mentransfernya uang Rp. 1.3 jt ke Rekening Penipu 410201008680537 an, Bp, Heri.

Mendengar cerita istri saya logika saya langsung main, yaah namanya juga laki-laki tidak baperan, saya pikir kok kasus nabrak orang sebegitu mudahnya ada pembebasan hanya dengan alasan sebatangkara... secara hukum ga masuk akal, meskipun ada polisi yang baik hati rasanya tidak mungkin, biasanya ditempat kejadian banyak warga yang menjadi saksi dan pasti membela keluarga korban. Logika lain juga biasanya kalau orang yang benar-benar kena musibah tidak terpikir untuk membela sendiri atau menyelesaikan masalahnya sendiri, pasti menelphon keluarganya untuk membantunya dan diminta datang langsung ke TKP, bukannya meminta bantuan uang untuk penebusan.... benar kan....Saya pun meminta kepada istri saya untuk hubungi keluarga Arif di Awipari untuk menanyakan Arif ada di mana? Jangan-jangan.... itu ada dipikiranku... karena tidak ada nomor yang bisa dihubungi akhrnya bertanya pada adiknya Oman... ternyata..... benar Arif itu tidak ada di Tasikmalaya, tapi dia sedang bekerja di Restoran di Tangerang... Waduh....

Tidak lama hp berbunyi lagi dari nomor Penipu 085213122805, dia bilang uang itu tidak cukup anak yang ketabraknya meninggal minta biaya pemulasaraan Rp, 3 jt, tapi Untung istri saya sudah sadar, dia pun menanyakan ke adiknya Oman apakah yang nelphon itu benar-benar suara Arip saudara di Awipari, hpnya di loudspeaker  dan kata Oman itu bukan suara Arif saudaranya, dan Oman pun menjawab telphonnya ni Arip mana euy, ini mah bukan Arif, siapa ini? penipu langsung sewot, bilang Anjing dan dimatikan,

Saya pun langsung nelphon lagi,,, jawabannya sama bilang Anjing, terus dia bilang lumayan dapat saperak.Saya pun semakin marah, penipu ga akan berkah hidupnya.

Saya pun mencoba menghubungi pihak bank BJB tempat transfer ke rekening penipu, Tapi kata pihak bank BJB, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi transfernya ke BRI.. Dia nyaranin untuk lapor ke polisi kemudain baru lapor ke BRI untuk ditindaklanjuti pembekuan rekening, tapi saya pikir urusannya pasti lebih lama dan panjang, dan tidak menjamin uang saya kembali lagi.

Sudah lah akhirnya saya dan istri harus menerima taqdir ini, meskipun pahit, karena uang Rp. 1.3 jt itu cukup untuk membayar empat bulan iurasn sekolah anak, atau kalau diinfakkan ke Yatim pasti lebih berkah... yaah... sudah lah ini adalah taqdir Allah, biar kami mengambil hikmahnya, dan semoga uang 1.3 ini menjadi tolak bala atau kafarat dosa-dosa kami. Astagfirullohal Adhiim. Semoga juga dapat tergantikan lagi. Amiin.

Dari kejadian tersebut sengaja saya berbagi karena tidak ingin menimpa saudara-saudara yang lain. Jadikanlah ini adalah pelajaran yang berharga. Setidaknya pelajaran yang dapat diambil dari kejadian ini bisa menjadi tips mengatasi modus penipuan hipnotis melalui telepon antara lain sebagai berikut :

  1. Berhati-hatilah menerima panggilan nomor telepon yang tidak dikenal meskipun mengaku saudara kita. 
  2. Tidak menjawab pettanyaan yang sifatnya memancing informasi yang diperlukan penipu, misalnya gimana kabar saudara yang bekerja di perusahaan apa? biasanya kita terpancing mengatakan tidak ada yang bekerja di perusahaan tapi di restoran, penipu akan bilang oh iya itu yang di restoran, siapa namanya lupa lagi... kita pun  akan terpancing menjawabnya, dan penipu akan lebih menguasa informasi dan meyakinkan kita bahwa dia betul-betul saudara.
  3. Jangan pasif, banyak mendengarkan penipu, ajukan beberapa pertanyaan yang bisa meyakinkan bahwa dia betul-betul saudara, desaklah dengan berbagai pertanyaan. 
  4. Bersikaplah curiga dan waspada jangan langsung percara, sikap curiga dan waspada akan menangkal pengaruh hipnotis.
  5. Waspadalah jika yang mengaku saudara itu meminta bantuan uang dengan cara transfer, jangan bilang siapa-siapa, harus cepat-cepat dan sebagainya..
  6. Komunikasikan dulu dengan orang terdekat.   
Demikian tips mengatasi modus penipuan hipnotis melalui telphon, meskipun tips tersebut belum terbukti dapat menangkal hipnotis telephon, karena yang namanya hipnotis menutup kesadaran orang untuk lupa dirinya dan mengikut kata-katanya. Tapi setidaknya tips tersebut bisa dijadikan kewaspadaan dan kehati-hatian agar sedia payung sebelum hujan.

Silahkan catat nomor HP Penipu sumpan di HP namanya Si Penipu, biar kalau muncul nomor  dan nama tersebut tidak perlu diangkat. Nomor tersebut anehnya sampai sekarag sudah hampir 2 hari dari kejadian sampai tanggal 4 Oktober masih aktif nada sambngnya "Asma'ul Husna" pasti tidak akan percaya kalau dia itu penipu.

Waspadalah... kejahatan bisa terjadi pada siapa saja....
Description
: Tips Mengatasi Modus Penipuan Hipnotis Melalui Telepon
Rating
: 4.5
Reviewer
: Ujang Kusnadi
ItemReviewed
: Tips Mengatasi Modus Penipuan Hipnotis Melalui Telepon
loading...