Home » » Tampang Boyolali Prabowo bukan Uji Nyali

Tampang Boyolali Prabowo bukan Uji Nyali

Boyolali Prabowo, padanan kata yang hanya bisa menyatu di saat perseteruan politik menjelang pemilu 2019.  Mengapa tidak pidato sambutan Prabowo dalam pembentukan posko pemenangan Prabowo Sandi Selasa 30 Oktober 2018, menuai polemik alias berbuntut panjang. Sebagian warga Boyolali yang dikenal dengan kampung lele nya, merasa tersingung dengan ucapan Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa Tampang Boyolali bukan lah tampang-tampang orang kaya yang bisa menikmati hotel-hotel di Jakarta. Seolah-olah mereka menganggap bahwa Prabowo menghina dan merendahkan masyarakat Boyolali.



Pihak Prabowo pun telah memberikan klarifikasi atas rekaman-rekaman video sambutannya itu, bahwa sama sekali beliau tidak bermaksud menghina atau mernedahkan harkat dan martabat masyarakat Boyolali, melainkan hanya ingin menyampaikan betapa jauhnya ketimpangan sosial yang ada di negeri ini. Yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin, kata Bung Haji Rhoma Irama. Prabowo tidak bermaksud uji nyali dengan masyarakat Boyolali melainkan ingin menyampaikan bahwa masyarakat Boyolali tidak lali alias lupa akan kesenjangan sosial sebagai bukti bahwa pemerintah selama ini belum bisa mewujudkan sila ke-lima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Gurauan atau candaan dalam suasana perpolitikan akan dijadikan seolah-olah senjata makan tuan bagi lawan. Itulah yang terjadi dengan munculnya seolah-olah terjadi Boyolali Vs Prabowo. Gurauan Prabowo menjadi senjata bagi tim Jokowi untuk menyerang lawannya tanpa terlihat dia yang melawan. Semuanya seolah-olah terlihat alami bahwa ini adalah benar-benar spontanitas warga Boyolali tidak menerima ucapan Tampang Boyolali oleh Prabowo.


Terlepas serang-menyerang di laga medan tempur pemilu 2019, hanya saja kita juga harus bisa melawan lupa bahwa semua orang pernah bercanda, tapi tidak ada unsur menyakiti melainkan hanya sebatas gurauan. Masih ingat kan Jokowi juga sering mengatakan "Wong Ndeso" artinya "Kampungan". Itui kan lucu.... tapi Kok giliran Prabowo "Tampang Boyolali" kok ga lucu yah...

Mungkin memang bisa juga karena beda karakter, kalau Pak Jokowi memang punya karakter pelawak, kalau pak prabowo punya karakter pemimpin yang bisa mempengaruhi orang, bukan yang bisa membuat tertawaan orang-orang. So silahkan dipilih 17 April 2019 yah... mau Pilih calon Presiden Pelawak, atau Calon Presiden yang bisa memimpin....

Bagi yang belum tahu video lengkap sambutan Prabowo di Boyolali silahkan tonton di bawah ini :

Advertisement

loading...
Previous
« Prev Post

0 Komentar:

Post a Comment

Followers