Proposal PTK Matematika | Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Matematika SMP

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah hanya pada materi matematika pada konsep bangun ruang sisi datar. Materi tersebut merupakan materi pada mata pelajaran matematika Kelas VIII semester dua pada Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran ( KTSP ) Standar Isi, SMP .........

BAB  I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah.
Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya demi mencerdaskan kehidupan bangsa, dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur. Sebagai upaya mewujudkan pembangunan di bidang pendidikan antara lain diperlukan peningkatan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses belajar mengajar, dalam hal ini guru dan siswa. Sebagai pendidik guru harus selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam memberikan materi dan pengelolaan belajar mengajar. Sedangkan siswa berusaha memahami materi dengan baik sehingga dapat menyelesaikan tugas dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Matematika menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (2003:6) merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induktif dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa.

Menurut Muhammad Sholeh (1998:34) matematika sebagai ilmu pengetahuan dasar sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang handal dan mampu berkompetisi. Namun kenyataannya matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sukar oleh siswa. Salah satu penyebab kesukaran matematika adalah karakteristik matematika yang abstrak, konseptual, dan prinsipnya berjenjang dan prosedur pengerjaannya yang banyak memanipulasi bentuk-bentuk.  Menurut Montimer

J. Alder dan Charles Van Doren (2006:316) pada  kenyataannya  kondisi umum yang ditemui adalah minimnya persiapan siswa dalam menghadapi materi baru, banyak siswa yang datang ke sekolah tanpa persiapan pengetahuan. Sebagai cara mengantisipasi masalah ini diupayakan siswa agar mempunyai pengetahuan dasar terhadap bahan ajar, yaitu siswa didorong untuk memahami, mempelajari, dan menghafal kosa kata,  simbol,  dan hubungan antar symbol dalam matematika.

Sebagai lembaga pendidikan formal, SMP .................. mengalami masalah rendahnya hasil belajar matematika siswa. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika masih rendah, khususnya siswa kelas VIII-6. Pada hasil ulangan harian ke-2, semester 2,  tahun  pelajaran 2014/2015 di SMP ......... , yang memuat materi bangun ruang sisi datar terlihat bahwa, siswa yang mendapatkan nilai di bawah 60 sebanyak 26 orang atau sebanyak 65%, belum tuntas, siswa yang mendapatkan nilai di atas atau sama dengan 60 sebanyak 14 orang atau sebanyak 35% yang tuntas. Di kelas VIII-6, SATAP SMP ........., selain masalah hasil belajar yang masih rendah, khususnya pada kompetensi dasar bangun ruang sisi datar, terdapat pula kendala  dalam  proses  pembelajaran,  contohnya selama proses pembelajaran berlangsung hanya sedikit siswa yang berani bertanya kepada guru, hanya sedikit siswa yang berani mengajukan diri untuk mengerjakan soal ke depan kelas kecuali ditunjuk oleh guru, saat pembelajaran berlangsung banyak siswa yang tidak tahu beberapa istilah matematika atau pengetahuan prasyarat yang sebenarnya didapatkan pada pelajaran sebelumnya, pembelajaran matematika di kelas masih berjalan monoton, belum ditemukan strategi pembelajaran yang tepat, belum ada  kolaborasi antara guru dan siswa, metode yang digunakan bersifat konvensional. Selain itu juga buku paket yang disediakan sekolah yang diijinkan untuk dipakai dan dibawa pulang tidak dimanfaatkan siswa untuk mempelajari materi baru.

Pembelajaran matematika memerlukan media yang sesuai, karena menurut Mulyasa (2005:47) suatu faktor  yang  menyebabkan  rendahnya kualitas pembelajaran antara lain belum dimanfaatkannya sumber belajar secara maksimal, baik oleh guru maupun oleh peserta didik.  Menurut Djamarah (2002:136) bahan ajar merupakan wahana penyalur informasi belajar.

Menurut Suharta (2001:1) dalam pembelajaran  matematika  selama ini, dunia nyata hanya dijadikan tempat mengaplikasikan konsep. Siswa mengalami kesulitan belajar matematika di kelas. Akibatnya, siswa kurang menghayati atau memahami konsep-konsep matematika, dan siswa mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika di kelas ditekankan pada keterkaitan antara konsep- konsep matematika dengan pengalaman anak sehari-hari. Selain itu, perlu menerapkan kembali konsep matematika yang telah dimiliki anak pada kehidupan sehari-hari atau pada bidang lain sangat penting dilakukan.

Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Arends: 1997). Menurut Lie, A. (1994), model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw didesain untuk meningkatkan  rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan  juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi  yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada  anggota kelompok yang lain. Dengan demikian ”siswa  saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan”. Para anggota dari kelompok- kelompok yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk diskusi (kelompok ahli) saling membantu satu sama lain tentang topik pembelajaran yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian siswa-siswa itu kembali pada kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari sebelumnya pada pertemuan kelompok ahli. Oleh karena itu peneliti mengajukan  penelitian  dengan  judul: ”Upaya Peningkatan Hasil Belajar Bangun Ruang Sisi Datar dengan menggunakan Kombinasi Pendekatan Pembelajaran Kooperatif   Tipe Jigsaw dan Media  Benda  Asli      Siswa  Kelas  VIII SATAP  SMP  Negeri 3  Ciawi

B. Identifikasi   Masalah.
Dari latar belakang masalah, bahwa di kelas VIII-6 selama semester dua, tahun pelajaran 2015/2016, dapat diidentifikasi sebab-sebab timbulnya masalah sebagai berikut :
  1. Guru masih menggunakan metode pembelajaran yang konvensional dalam pembelajaran materi bangun ruang sisi datar.
  2. Guru hanya mengejar penyelesaian materi bangun ruang sisi datar sesuai dengan  jadwal  dalam  rencana  pelaksanaan  pembelajaran,  tanpa memberikan  kesempatan   siswa   benar-benar   memahami   atas   materi bangun ruang sisi datar.
  3. Guru belum  menggunakan  metode  pembelajaran  yang  tepat  untuk mengatasi rendahnya perhatian siswa dalam proses pembelajaran materi bangun ruang sisi datar.
  4. Guru belum  menggunakan  metode  pembelajaran  yang  tepat  untuk mengatasi rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran materi bangun ruang sisi datar.
  5. Guru belum  menggunakan  metode  pembelajaran  yang  tepat  untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa terhadap materi bangun ruang sisi datar.
  6. Guru belum  menggunakan  metode  pembelajaran  yang  tepat  untuk mengatasi rendahnya kemandirian belajar siswa terhadap materi bangun ruang sisi datar.
  7. Guru belum menggunakan  media  pembelajaran  yang  tepat  untuk membantu siswa dalam  memahami  konsep-konsep  yang  abstrak  dalam materi bangun ruang sisi datar.

C. Rumusan  Masalah.
Permasalahan mendasar dalam penelitian ini adalah sebagian besar siswa kelas VIII - C SATAP ........ kurang memahami konsep bangun ruang sisi datar. Bertitik tolak dari uraian di atas, maka dirumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

Apakah penggunaan kombinasi pendekatan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan media benda asli dapat meningkatkan hasil belajar bangun ruang sisi datar  siswa  kelas  VIII-C  SATAP  ........ ?

D. Tujuan  Penelitian.
Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
Untuk mengetahui apakah penggunakan kombinasi pendekatan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan media benda asli dapat meningkatkan hasil belajar bangun ruang sisi datar siswa kelas VIII-C SATAP SMP  Negeri  3  Ciawi

E. Manfaat  Penelitian
  1. Bagi siswa, penelitian ini yaitu penggunaan kombinasi pendekatan pembelajaran kooperatif tipe  Jigsaw  dan  media  benda  asli,  bermanfaat untuk meningkatkan keaktifan dalam proses pembelajaran, karena suasana pembelajaran  menyenangkan, motivasi belajar siswa meningkat, sehingga pada  akhirnya  akan  meningkatkan  hasil  belajar  siswa,  khususnya  hasil belajar bangun ruang sisi datar.
  2. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran pada materi bangun ruang sisi datar siswa kelas VIII-C SSATAP SMP Negeri 3  Ciawi, dan menambah inovasi dan kreativitas dalam kegiatan belajar mengajar.
  3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan tentang peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, melalui pelatihan bagi guru tentang metode pengajaran dan media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
F. Indikator Keberhasilan.
Indikator dari keberhasilan penelitian tindakan kelas upaya peningkatan hasil belajar bangun ruang sisi datar dengan menggunakan kombinasi pendekatan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan media benda asli siswa kelas VIII-C  SATAP SMP  Negeri  3  Ciawi adalah:
1. Indikator Keberhasilan Proses.
  1. Aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar sudah mengarah ke pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw secara lebih baik. Siswa merasa berminat, senang,  dan  puas  dalam  mengikuti  kegiatan  belajar mengajar. Siswa perhatian terhadap kegiatan belajar mengajar. Siswa mampu  membangun  kerja  sama  dalam  kelompok  untuk  memahami tugas yang diberikan guru. Siswa mampu berpartisipasi dalam kegiatan dan     tepat  waktu  dalam  melaksanakannya.  Siswa  mampu mempresentasikan hasil kerja. Hasil observasi aktivitas siswa minimal mencapai 65%.
  2. Meningkatnya aktivitas  siswa  dalam  kegiatan  belajar  mengajar didukung   oleh   meningkatnya   prosedur   kesesuaian   guru   dalam mempertahankan dan meningkatkan suasana pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Guru intensif membimbing siswa, terutama saat siswa mengalami kesulitan dalam kegiatan belajar mengajar. Hasil observasi prosedur kesesuaian guru dalam kegiatan belajar mengajar mencapai minimal 85%.
2. Indikator Keberhasilan Hasil.
a. Meningkatnya  hasil  belajar  siswa  dalam  melaksanakan  evaluasi terhadap kemampuan siswa menguasai  materi  pembelajaran.  Hasil belajar minimal 60.
b. Meningkatnya ketuntasan belajar  klasikal  siswa  dalam  menguasai materi pembelajaran minimal  mencapai  85%,  dari  nilai  kriteria ketuntasan minimalnya 60.

G. Ruang  Lingkup  dan  Keterbatasan.
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah hanya pada materi matematika pada konsep bangun ruang sisi datar. Materi tersebut merupakan materi pada mata pelajaran matematika Kelas VIII semester dua pada Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran ( KTSP ) Standar Isi, SATAP SMP Negeri  3  Ciawi.

H. Definisi  Operasional
Pada penelitian ini definisi operasionalnya adalah:
  1. Hasil belajar bangun ruang sisi datar adalah  hasil  yang  dicapai seseorang di dalam proses belajar mengajar pada materi bangun ruang sisi datar yang mencakup materi kubus, balok, limas tegak, dan prisma tegak setelah  diadakan evaluasi.
  2. Media adalah  segala  sesuatu  yang  dapat  digunakan  untuk menyalurkan pesan  dari  pengirim  ke  penerima  sehingga  dapat  merangsang  pikiran, perasaan,  perhatian  dan  minat  serta  perhatian  siswa  sedemikian  rupa sehingga proses belajar terjadi.
  3. Media benda asli adalah benda yang sebenarnya yang dapat diamati secara langsung oleh panca indera dengan cara melihat, mengamati,  dan memegangnya secara langsung tanpa melalui alat bantu.
  4. Pendekatan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah pendekatan pembelajaran yang mempunyai pendekatan unsur tujuan kognitif: informasi akademik sederhana, tujuan sosial : kerjasama dalam kelompok, struktur kelompok : kelompok heterogen dengan 5 sampai dengan 6 anggota dan menggunakan kelompok asal dan ahli, pemilihan topik : biasanya guru, tugas utama :  siswa mempelajari  materi dalam kelompok ahli kemudian membantu anggota kelompok asal mempelajari materi itu, penilaian : bervariasi,misal tes mingguan, pengakuan : publikasi lain.

Bagi yang membutuhkan PTK Matematika ini yang lengkap silahkan berkomentar dan mencantumkan alamat email,

loading...

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Proposal PTK Matematika | Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Matematika SMP"